DEPOK, INDORAYA TODAY – Kabar baik datang bagi calon peserta didik baru di Jawa Barat. Daya tampung SMA, SMK, dan MA tahun 2026 tercatat mencapai 909.183 kursi.

Angka ini setara dengan 109,93 persen dari total lulusan SMP/MTs sederajat yang berjumlah 826.996 siswa.

Artinya, secara umum, peluang siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA dan SMK di Jawa Barat, termasuk Kota Depok, semakin terbuka lebar.

Program ini merupakan bagian dari kebijakan penerimaan murid baru melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang digagas oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menegaskan bahwa SPMB bukan sekadar proses administratif.

“SPMB merupakan salah satu tahapan strategis dalam sistem pendidikan karena menjadi pintu awal dalam memastikan setiap anak di Jawa Barat memperoleh akses pendidikan yang adil, merata, dan berkualitas,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Disdik Jabar, Rabu (20/5/2026).

Tahapan awal SPMB 2026 diawali dengan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) untuk memetakan sebaran lulusan SMP dan MTs di seluruh Jawa Barat.

Langkah ini menjadi dasar dalam menentukan daya tampung sekolah dan pemerataan distribusi siswa, termasuk di wilayah perkotaan seperti Depok.

Dengan kapasitas yang melampaui jumlah lulusan, Disdik Jabar memastikan tidak ada lonjakan tekanan berlebih pada sekolah negeri.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program Sekolah Maung yang membuka akses pendidikan berbasis bakat dan potensi di 28 SMA dan 13 SMK di Jawa Barat.

Program ini ditujukan untuk mencetak SDM unggul, berdaya saing global, dan berkarakter kuat.

BACA JUGA:  Jaga Generasi Muda, Abdul Harris Bobihoe Ajak Warga Bekasi Makmurkan Masjid