INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok menurunkan dua alat berat untuk melakukan normalisasi Kali Pesanggrahan di wilayah Kecamatan Cipayung dan Kecamatan Sawangan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi sedimentasi dan tumpukan sampah yang menyebabkan aliran kali tidak optimal hingga memicu banjir di sejumlah titik.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Depok Yodi Joko Bintoro mengatakan dua alat berat yang diturunkan terdiri dari amphibi PC 210 dan spider R65.

Menurut dia, alat berat akan tetap berada di lokasi hingga proses pengerjaan selesai.

“Kami turunkan dua alat berat sekaligus untuk mengangkat sampah dan sedimen pasir yang sudah terlalu banyak agar kali berfungsi secara optimal dan Jembatan Jago tidak lagi terendam banjir,” ujar Yodi saat dikonfirmasi pada Kamis (21/5/2026).

Selain alat berat, DPUPR juga mengerahkan empat operator untuk mendukung proses normalisasi di lapangan.

Yodi menegaskan pengerjaan dilakukan hingga kapasitas tampung Kali Pesanggrahan kembali ideal.

Koordinator Lapangan Satgas DPUPR Kota Depok Rahmat Syarifudin menjelaskan pengerukan dilakukan untuk mengurangi sedimentasi, sampah, dan tumbuhan liar yang menghambat aliran air.

Menurut dia, pengerukan dilakukan dengan kedalaman sekitar satu hingga 1,5 meter.

“Kami siaga di lokasi sampai penampungan air ideal dan berfungsi seperti semula,” kata Rahmat.

Normalisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan fungsi penyerapan air sekaligus mengurangi risiko banjir di sekitar Kali Pesanggrahan, terutama di kawasan Jembatan Jago.

DPUPR Kota Depok melakukan normalisasi Kali Pesanggrahan dengan menurunkan dua alat berat dan operator di lapangan. Pengerjaan dilakukan untuk mengembalikan kapasitas tampung kali dan mengurangi potensi banjir akibat sedimentasi dan sampah. ***

BACA JUGA:  Viral Proyek Drainase Lebih Tinggi dari Jalan, Ini Penjelasan DPUPR Depok