INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Pemerintah Kota Depok mulai merealisasikan proyek pelebaran Jalan Enggram hingga Jalan Pemuda di Kecamatan Sawangan.
Warga menyambut positif pembangunan tersebut dan menilai proyek yang selama bertahun-tahun hanya menjadi wacana akhirnya dapat diwujudkan pada masa kepemimpinan Wali Kota Depok Supian Suri.
Proyek yang dikerjakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok itu menjadi salah satu upaya pemerintah mengatasi kemacetan yang selama ini terjadi di kawasan Jalan Raya Muchtar dan jalur penghubung di sekitarnya.
Pekerjaan fisik telah dimulai sejak 8 Juni 2026 dengan tahap pembersihan lahan atau land clearing. Secara keseluruhan, proyek tersebut mencakup penataan serta peningkatan kapasitas jalan sepanjang 872 meter.
Selama proses rekonstruksi berlangsung, Pemerintah Kota Depok juga menerapkan penutupan dan pengaturan lalu lintas sementara di ruas Jalan Pemuda hingga Jalan Enggram mulai 15 Juni hingga 6 Desember 2026.
Bagi warga Sawangan, dimulainya proyek tersebut menjadi momen yang telah lama dinantikan. Sebab, rencana pelebaran jalan disebut telah beberapa kali muncul dalam pembahasan, namun tidak pernah sampai pada tahap pelaksanaan.
Mansur, warga RT 03 RW 06 Kelurahan Sawangan Baru yang turut terdampak pembebasan lahan, mengaku mendukung penuh pembangunan tersebut.
“Kita harus mendukung program pemerintah,” ujar Mansur.
Sebagai warga asli Sawangan yang telah menetap di kawasan itu sejak tahun 1980-an, Mansur mengaku merasakan langsung dampak kemacetan yang terjadi hampir setiap hari di Jalan Enggram.
Menurut dia, jalan tersebut sudah lama menjadi jalur alternatif sehingga volume kendaraan terus meningkat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
“Sudah lama sekali macetnya. Banyak orang yang tahu jalan ini sebagai jalan alternatif. Bahkan pengemudi transportasi online sering membatalkan pesanan kalau ke arah sini karena tidak kuat menghadapi kemacetan,” katanya.
Mansur mengatakan pelebaran Jalan Enggram sebenarnya telah beberapa kali diwacanakan pada periode kepemimpinan sebelumnya. Namun, rencana tersebut selalu kandas sebelum direalisasikan.
“Sudah tiga kali ada rencana pelebaran jalan. Dari pemimpin sebelumnya sudah ada wacana, tapi gagal. Muncul lagi, gagal lagi. Baru sekarang (di era Supian Suri_red) bisa berjalan. Wacana yang selama ini dibicarakan akhirnya terealisasi,” ujar Mansur.
Menurut dia, dimulainya pekerjaan fisik menjadi bukti bahwa proyek yang selama ini hanya menjadi pembahasan akhirnya benar-benar dikerjakan.
Selain mengurangi kemacetan, Mansur menilai pelebaran Jalan Enggram hingga Jalan Pemuda akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi warga.
Akses jalan yang lebih baik diyakini akan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha di sekitar kawasan tersebut.
“Yang pasti kita mendukung. Kalau jalannya lebih lebar tentu lebih nyaman. Selain tidak macet, potensi ekonomi pedagang sekitar juga bisa meningkat,” tuturnya.
Bagi sebagian warga Sawangan, proyek pelebaran Jalan Enggram-Pemuda bukan hanya pembangunan infrastruktur semata. Pembangunan tersebut dinilai sebagai realisasi dari rencana yang telah lama tertunda dan akhirnya berjalan pada masa kepemimpinan Wali Kota Depok Supian Suri. ***

Tinggalkan Balasan