INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Pemerintah Kota Depok meluncurkan Pusat Layanan Beasiswa Kuliah Kota Depok atau Depok College Access (DCA) sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Program tersebut ditargetkan mampu membantu sedikitnya 500 warga Depok memperoleh kesempatan kuliah dengan dukungan pembiayaan pada tahun 2026.
Peluncuran DCA ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Depok dengan Universitas Budi Luhur, Universitas Trilogi, dan Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma pada apel pagi, Senin (3/8/2026).
Wali Kota Depok Supian Suri mengatakan pembentukan pusat layanan tersebut merupakan hasil kolaborasi yang diinisiasi Tim Pengawalan Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) bersama sejumlah perguruan tinggi.
Menurutnya, pusat layanan ini akan menjadi tempat bagi masyarakat memperoleh informasi mengenai berbagai peluang beasiswa yang berasal dari pemerintah, perguruan tinggi, maupun lembaga lainnya.
“Kita sudah menginisiasi hadirnya Pusat Layanan Beasiswa Kuliah Kota Depok atau Depok College Access (DCA),” ujar Supian.
Ia menargetkan sedikitnya 500 warga Depok dapat melanjutkan pendidikan tinggi melalui program tersebut pada tahun ini.
“Saya targetkan tahun ini minimal 500 anak yang bisa kuliah dengan biaya yang kita maksud. Tahun depan saya minta minimal seribu yang bisa kita kasih kesempatan buat anak-anak kita melanjutkan kuliah tanpa harus membayar,” katanya.
Supian menjelaskan, Pemerintah Kota Depok selama ini belum memiliki perangkat daerah yang secara khusus menangani layanan pendidikan tinggi. Karena itu, DCA dibentuk sebagai pusat informasi bagi lulusan SMA maupun SMK yang ingin melanjutkan kuliah, tetapi terkendala biaya.
Layanan tersebut akan dipusatkan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Depok.
Menurut Supian, hasil komunikasi dengan berbagai perguruan tinggi menunjukkan masih banyak alokasi dana beasiswa yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Selain itu, terdapat sejumlah lembaga yang memiliki program pembiayaan pendidikan, namun belum terhubung dengan calon penerima manfaat.
Melalui DCA, pemerintah berupaya mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan berbagai sumber pendanaan pendidikan tersebut.
Supian menilai peningkatan akses pendidikan tinggi juga menjadi salah satu strategi menekan angka pengangguran di Kota Depok.
Ia mengatakan banyak lulusan SMA dan SMK yang tidak dapat melanjutkan kuliah karena keterbatasan biaya, sementara kesempatan kerja juga tidak mudah diperoleh.
“Hari ini banyak sekali anak-anak kita yang lulus SMK, lulus SMA, tidak mampu untuk melanjutkan kuliah, cari kerja juga tidak mudah, akhirnya kita melahirkan, menambah pengangguran-pengangguran baru,” ujarnya.
Ke depan, Pemkot Depok juga akan memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, termasuk luar negeri, guna membuka peluang beasiswa, magang, hingga kesempatan bekerja bagi generasi muda.
Supian berharap kolaborasi tersebut mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus melahirkan generasi Depok yang lebih kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Tinggalkan Balasan