INDORAYATODAY.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berkomitmen memberikan perhatian serius terhadap pelestarian situs bersejarah di Kota Hujan. Melalui anggaran perubahan, Pemprov Jabar menyiapkan alokasi dana bantuan sebesar Rp 6 miliar hingga Rp 9… anggaran bantuan sebesar Rp 6 miliar hingga Rp 9 miliar guna melengkapi dan merevitalisasi fasilitas di Museum Pajajaran Batutulis, Kota Bogor.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menjelaskan bahwa kucuran dana segar tersebut saat ini tengah dikawal ketat oleh jajaran dinas terkait. Sinyal hijau bantuan finansial ini diproyeksikan masuk dalam skema anggaran tahun 2026 atau paling lambat pada tahun anggaran 2027 mendatang.
“Kita tunggu saja mekanismenya. Bisa di anggaran tahun 2026 ini, bisa juga untuk tahun 2027. Insya Allah besarannya sekitar Rp 6 miliar sampai Rp 9 miliar,” ujar Jenal Mutaqin saat memberikan keterangan di Kelurahan Rangga Mekar, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Guna memastikan pencairan dana berjalan lancar, Jenal menegaskan telah menginstruksikan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor untuk membangun komunikasi intensif dengan pihak provinsi. Menurutnya, koordinasi satu pintu ini penting agar peruntukan anggaran dapat dieksekusi secara tepat sasaran.
Secara terpisah, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mempersilakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk segera mengajukan proposal perencanaan yang matang dan komprehensif terkait cetak biru revitalisasi museum yang berada satu kompleks dengan Prasasti Batutulis tersebut.
Kendati mendukung penuh, Gubernur yang akrab disapa KDM ini memberikan catatan kritis mengenai aspek tata ruang dan arsitektur bangunan komunal museum yang ada saat ini. Ia menilai perlu ada perombakan desain estetika agar bangunan tersebut lebih representatif dan mencerminkan marwah sebuah museum purbakala yang berwibawa.
“Pihak Pemkot harus membuat perencanaannya dulu secara mendetail, jadi tidak serta-merta langsung turun Rp 9 miliar. Ajukan saja peruntukannya ke Pemprov, nanti akan kami alokasikan,” kata Dedi Mulyadi saat meninjau langsung lokasi tata ruang Museum Pajajaran.
Dedi menekankan, aspek krusial yang wajib diperhatikan dalam perencanaan baru meliputi sistem sirkulasi udara dan pengatur suhu ruangan di dalam museum. Pembenahan teknis tersebut mutlak diperlukan guna menjamin keamanan, higienitas, serta keawetan jangka panjang dari benda-benda kepurbakalaan bernilai sejarah tinggi yang tersimpan di dalamnya.

Tinggalkan Balasan