INDORAYATODAY.COM, RIAU – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta Forkopimda di Sumatera memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Tito menyampaikan hal tersebut setelah memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Forkopimda Regional Sumatera di Balairung Badan Pengusahaan Batam, Kepulauan Riau, Rabu (12/8/2026).

Menurut Tito, setiap unsur Forkopimda memiliki kewenangan dan kekuatan berbeda. Jika seluruh kekuatan tersebut disatukan melalui koordinasi yang baik, pemerintah daerah akan lebih cepat merespons berbagai persoalan.

“Forkopimda ini masing-masing punya power dan power ini kalau disatukan akan solid, akan bagus,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan kekompakan antarpimpinan daerah dapat membantu pemerintah menyelesaikan persoalan politik, hukum, keamanan, hingga pembangunan.

Namun, membangun kekompakan tersebut tidak selalu mudah. Setiap unsur Forkopimda memiliki tugas, kewenangan, dan kepentingan masing-masing.

Karena itu, Tito meminta komunikasi dan koordinasi dilakukan secara rutin, bukan hanya ketika persoalan muncul.

Ia menyarankan rapat Forkopimda digelar secara berkala, setidaknya satu atau dua bulan sekali. Pertemuan informal juga dinilai penting untuk membangun kedekatan antarpimpinan.

Selain stabilitas daerah, Tito meminta kepala daerah bersama Forkopimda di Sumatera menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka 5,29 persen. Menurutnya, capaian tersebut perlu dipertahankan dan ditingkatkan.

“Pertumbuhan ekonomi kita di angka 5,29. Itu angka yang sangat bagus,” ujarnya.

Tito mengatakan pertumbuhan ekonomi di setiap daerah masih beragam. Di Sumatera, Kepulauan Riau dan Lampung disebut mencatat pertumbuhan ekonomi di atas angka nasional.

Karena itu, ia meminta daerah lain memperkuat koordinasi untuk mendorong aktivitas ekonomi, termasuk memastikan program dan belanja pemerintah berjalan efektif.

“Tolong rekan-rekan yang daerah lain, provinsi lain betul-betul harus melakukan koordinasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dan ini harus didukung oleh teman-teman Forkopimda,” jelasnya.

BACA JUGA:  Efisiensi Energi, Tito Minta Kepala Daerah Beralih ke Sepeda dan Transportasi Publik

Tito turut mengingatkan Forkopimda mengenai pentingnya menjaga stabilitas harga barang dan jasa, terutama komoditas pangan.

Menurut dia, kenaikan harga pangan dapat langsung memengaruhi kehidupan masyarakat. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut juga berpotensi berdampak terhadap stabilitas keamanan dan politik.

“Karena kalau terjadi kenaikan harga barang dan jasa, harga pangan terutama, itu dampaknya akan langsung ke situasi keamanan,” jelas Tito.

Ia meminta Forkopimda mendukung pengendalian inflasi melalui langkah konkret sesuai kondisi setiap daerah.

Tito menegaskan pengendalian inflasi tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab kepala daerah. Seluruh unsur Forkopimda perlu mengambil peran agar stabilitas daerah tetap terjaga.

Dengan koordinasi yang rutin dan kekompakan antarpimpinan, Tito berharap berbagai persoalan daerah dapat diidentifikasi dan diselesaikan bersama, sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di Sumatera.