INDORAYATODAY.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, mengambil langkah tegas dengan memasang portal pembatas kendaraan di sejumlah titik strategis.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya intensif untuk mengendalikan arus lalu lintas truk tambang yang kerap dikeluhkan masyarakat di wilayah barat Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menjelaskan bahwa pemasangan portal tersebut dilakukan melalui sinergi erat bersama Polres Bogor. Tindakan ini merupakan respons konkret pemerintah daerah dalam menindaklanjuti maraknya aktivitas tambang ilegal serta meminimalisasi dampak negatif kendaraan bertonase besar terhadap fasilitas jalan publik.

“Tindak lanjut terkait arus lalu lintas truk tambang, kami bersama Polres Bogor sudah melakukan pemasangan portal-portal sehingga kendaraan besar dibatasi masuk ke wilayah Kabupaten Bogor,” ujar Rudy Susmanto di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat.

Menurut Rudy, kebijakan pengetatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama jajaran pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam mengawal kebijakan pemerintah pusat sekaligus menjaga ketertiban umum di wilayah Kabupaten Bogor. Ia menegaskan, pihak eksekutif tidak akan tinggal diam terhadap berbagai aduan, saran, maupun kritik yang dilayangkan oleh masyarakat.

“Kami tidak diam terhadap saran, masukan, dan aduan masyarakat terkait adanya tambang ilegal yang ada di wilayah administratif Kabupaten Bogor,” kata Bupati menambahkan.

Pemasangan portal pembatas ini dilakukan di tengah dinamika penutupan aktivitas pertambangan di wilayah barat Kabupaten Bogor, yang telah diberlakukan sejak September 2025 lalu oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kebijakan tegas yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tersebut menyasar kantong-kantong komoditas tambang di wilayah Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang. Langkah moratorium tersebut diambil lantaran aktivitas eksploitasi dan transportasi tambang dinilai memicu kerusakan lingkungan yang masif, kemacetan parah, kerusakan infrastruktur jalan, hingga mengancam keselamatan jiwa warga pengguna jalan.

BACA JUGA:  Bupati Bogor Sukses Percepat Sertifikasi Huntap Korban Bencana