INDORAYATODAY.COM – Fenomena astronomi langka Blue Moon atau Bulan Purnama kedua dalam satu bulan kalender dipastikan akan menghiasi langit Indonesia pada Minggu malam, 31 Mei 2026. Momen yang hanya terjadi dua hingga tiga tahun sekali ini juga bertepatan dengan perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE.
Meskipun dinamakan Blue Moon, Bulan tidak akan berubah warna menjadi biru. Istilah ini murni merujuk pada kemunculan fase purnama ganda, setelah purnama pertama (Flower Moon) sukses terjadi pada 1 Mei lalu.
Blue Moon akhir Mei ini menjadi lebih unik karena bertepatan dengan fenomena micromoon. Kondisi ini terjadi akibat Bulan berada di titik apogee (titik terjauh dari Bumi), sehingga diameternya akan tampak 7% lebih kecil dan sedikit lebih redup dari purnama standar.
Secara astronomis, puncak fenomena ini jatuh pada sore hari pukul 15.45 WIB / 16.45 WITA / 17.45 WIT. Oleh karena itu, masyarakat di seluruh wilayah Indonesia dapat mulai melihatnya sejak matahari terbenam. Namun, waktu terbaik dengan posisi Bulan tertinggi di langit adalah mulai pukul 19.00 WIB hingga menjelang tengah malam.
Tips Pengamatan Maksimal
Tanpa Alat Khusus: Bisa dilihat langsung dengan mata telanjang karena Bulan merupakan objek langit yang sangat terang.
Hindari Polusi Cahaya: Pilih lokasi terbuka yang minim lampu kota, seperti pantai, pegunungan, atau rooftop gedung.
Adaptasi Mata: Biarkan mata menyesuaikan diri dengan kegelapan selama 15-20 menit dan kurangi melihat layar ponsel.
Pantau Cuaca: Cek prakiraan cuaca berkala melalui aplikasi BMKG untuk menghindari kendala awan mendung atau hujan. (*)

Tinggalkan Balasan