INDORAYATODAY.COM – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai setiap Presiden Republik Indonesia memiliki gaya pidato dan komunikasi yang khas sesuai karakter serta latar belakang masing-masing.

Menurutnya, hal tersebut juga terlihat pada Presiden Prabowo Subianto yang dinilai tetap konsisten menyampaikan gagasan secara konseptual sejak dulu hingga sekarang.

Fadli mencontohkan keberagaman gaya komunikasi para pemimpin Indonesia terdahulu, mulai dari Bung Karno yang menggebu-gebu, Soeharto yang tenang, BJ Habibie yang berbasis teknologi, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang humoris, Megawati Soekarnoputri yang formal, hingga Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo.

Menurut Fadli, penggunaan metafora maupun celetukan dalam pidato Prabowo merupakan bentuk penyampaian pesan agar lebih mudah dipahami sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.

Melalui gaya pidato yang edukatif mengenai kebijakan pemerintah, masyarakat diharapkan dapat memahami tujuan setiap program sebagai bagian dari kepentingan nasional.

Kendati demikian, Fadli menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah tetap menjadi bagian penting dalam sistem demokrasi. Ia berharap setiap masukan yang hadir berfokus pada substansi persoalan serta didasarkan pada argumentasi yang jelas dan konstruktif.

Pernyataan ini bertepatan dengan fokus arahan Presiden Prabowo yang terus menekankan pentingnya kemandirian bangsa di bidang pangan dan energi sebagai fondasi menuju Indonesia Emas.

Dalam berbagai kesempatan pidatonya, Presiden kerap menyerukan optimalisasi pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan, penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih, serta pentingnya menjaga persatuan nasional dan peran aktif Indonesia di panggung global.

 

BACA JUGA:  Wamentan Sudaryono Minta Petani Melek Teknologi, Inovasi Harus Diterapkan