INDORAYATODAY.COM – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa perguruan tinggi, khususnya di bidang seni, memiliki andil besar dalam melestarikan budaya bangsa melalui pengembangan pengetahuan kreatif.
Menurutnya, pengetahuan tersebut harus terus ditumbuhkan sebagai modal utama dalam memperkuat ekosistem kebudayaan nasional.
“Teruslah menjadi laboratorium seni dan peradaban Indonesia, menjadi ruang yang menjaga kebebasan kreatif, memperkuat pengetahuan, melahirkan karya, membangun ekosistem, dan membuka jalan bagi masa depan kebudayaan Indonesia,” ujar Fadli Zon saat memberikan sambutan pada Dies Natalis ke-56 Institut Kesenian Jakarta (IKJ) di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Fadli menjelaskan, pemerintah menempatkan perguruan tinggi seni sebagai institusi strategis dalam melahirkan sumber daya manusia (SDM) kreatif. Peran ini krusial tidak hanya untuk memperkuat ekosistem kebudayaan, tetapi juga untuk meningkatkan daya saing Indonesia melalui seni dan budaya di kancah global.
Dalam kesempatan itu, ia memberikan apresiasi atas kontribusi IKJ yang telah melahirkan ribuan seniman, sineas, aktor, sutradara, penari, musisi, desainer, hingga pekerja budaya yang turut memajukan kebudayaan nasional.
Lebih lanjut, Fadli mendorong institusi pendidikan seni agar tidak hanya fokus mencetak kreator unggul secara artistik, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan riset, literasi digital, pemahaman hak kekayaan intelektual (HKI), serta jiwa kewirausahaan. Hal ini dinilai penting untuk membangun ekosistem budaya yang berkelanjutan.
“Pengetahuan tentang budaya dan pengetahuan kreatif menjadi sangat penting sebagai kemampuan bangsa mengolah modal budaya, tradisi artistik, dan pengetahuan lokal menjadi gagasan yang terus hidup,” tegasnya.
Menyinggung keragaman budaya Indonesia yang luar biasa, Fadli menilai kekayaan tersebut merupakan modal utama dalam membangun masa depan bangsa. Ia menekankan pentingnya pengembangan budaya yang selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Fadli berharap institusi pendidikan tinggi mampu mengolah kekayaan budaya yang ada menjadi karya kreatif yang bernilai ekonomi tinggi. Kolaborasi lintas disiplin, penguasaan teknologi, serta pemanfaatan hak kekayaan intelektual menjadi kunci bagi generasi kreatif Indonesia untuk memenangkan kompetisi global.
“Kemampuan memahami akar budaya, menguasai teknologi, membangun kolaborasi lintas disiplin, serta memanfaatkan hak kekayaan intelektual menjadi bekal penting bagi generasi kreatif Indonesia untuk berkompetisi di tingkat global,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan