INDORAYATODAY.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, bakal membangun dua pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat dan timur. Langkah ini diambil sebagai upaya mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi baru tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah daerah bersama DPRD Kabupaten Bogor dan masyarakat. Proyek strategis ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai tahun 2026 hingga 2027.
“Keberhasilan pembangunan bukan hanya dari sisi pembiayaan dan program, tetapi juga dari kebersamaan seluruh masyarakat dalam mendukung program yang telah disiapkan pemerintah daerah berdasarkan aspirasi masyarakat,” ujar Rudy di Cibinong, Selasa (16/6/2026).
Rudy menjelaskan, Pemkab Bogor telah menyelesaikan proses pembersihan lahan (land clearing) untuk kawasan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur. Selain itu, pemerintah daerah segera menuntaskan pembangunan jalan dari kawasan Transyogi menuju Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, yang anggarannya telah disetujui DPRD Kabupaten Bogor.
Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan mampu membuka aksesibilitas di kawasan timur sekaligus memicu lahirnya aktivitas ekonomi baru bagi warga sekitar.
Sementara itu untuk wilayah barat, Pemkab Bogor akan fokus menyokong sejumlah program strategis. Di antaranya pembangunan Sport Center Rancabungur, proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dijadwalkan mulai dibangun pada Juni 2026, serta penuntasan sejumlah ruas jalan di kawasan Malasari, Rumpin, dan Parung Panjang.
Rudy menegaskan, langkah pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi baru ini sama sekali tidak berkaitan dengan rencana pemekaran wilayah. Pemkab Bogor menyatakan tetap patuh pada kebijakan pemerintah pusat terkait moratorium pembentukan daerah otonom baru.
“Kami tidak berbicara soal pemekaran wilayah. Yang kami bangun adalah pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat dan timur agar pelayanan publik semakin dekat dengan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, Kabupaten Bogor tercatat sudah dua kali mengalami pemekaran wilayah, yakni menjadi Kota Bogor dan Kota Depok. Kendati demikian, Kabupaten Bogor hingga saat ini masih menjadi daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, sehingga memerlukan strategi pemerataan pembangunan yang lebih efektif.
Oleh karena itu, kehadiran berbagai fasilitas infrastruktur dan pelayanan publik di wilayah barat maupun timur ini diharapkan mampu mengikis kesenjangan pembangunan dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih dekat dan pembangunan yang lebih merata di seluruh wilayah Kabupaten Bogor,” pungkas Rudy.

Tinggalkan Balasan