INDORAYATODAY.COM – Kapal tanker Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS) akhirnya berhasil melintasi titik kritis Selat Hormuz pada Rabu (24/6/2026) malam pukul 20.00 WIB. Sebelumnya, kapal ini sempat tertahan selama berbulan-bulan di Teluk Arab akibat eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran sejak akhir Februari lalu.

Keberhasilan evakuasi taktis ini merupakan buah dari upaya diplomasi agresif dari hulu ke hilir yang dipimpin oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran, Iran.

Pelayaran Gamsunoro dapat berlanjut setelah adanya kesepakatan damai antara AS dan Iran yang membuka kembali jalur logistik internasional tersebut untuk pelayaran komersial.

Berdasarkan data operasional, kapal Gamsunoro menempuh pelayaran selama 16 jam menerobos kawasan konflik dengan pengamanan super ketat.

Rabu, 01.06 waktu Dubai: Kapal mulai bergerak dari Teluk Arab dengan kecepatan 7,5 knot.

Rabu, 13.00 waktu setempat: Kapal tiba di mulut Selat Hormuz.

Rabu, 17.00 waktu setempat: Kapal berhasil keluar dari Selat Hormuz dan masuk ke zona aman internasional.

Pihak manajemen PT PIS menegaskan bahwa keputusan pemberangkatan kapal tidak dilakukan berspekulasi, melainkan melalui penilaian risiko (risk assessment) yang sangat ketat di internal perusahaan selama satu bulan terakhir.

“Pemilihan waktu dan rute melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat,” ujar Pjs. Corporate Secretary PIS, Vega Pita, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/6/2026).

Vega menjelaskan, terdapat puluhan persyaratan hulu yang wajib dipenuhi sebelum kapal diizinkan angkat jangkar dari Teluk Arab. Persyaratan tersebut meliputi kepemilikan asuransi khusus komprehensif, kesiapan teknis-operasional, penyiapan sistem keamanan berlapis, hingga penguatan kondisi fisik serta mental para kru kapal.

BACA JUGA:  Trump Ngerengek Minta Damai, Ngebet Pengen Bertemu Montjaba Khamenei

Guna menjamin keselamatan awak dan kargo energi nasional, pergerakan Gamsunoro dipantau secara waktu nyata (real-time) oleh tim darat yang bersiaga penuh di Crisis Center PIS hingga kapal dipastikan keluar dari wilayah rawan.