INDORAYATODAY.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah Indonesia bagian timur untuk meningkatkan kewaspadaan.

Hal ini menyusul adanya perluasan dampak tidak langsung dari aktivitas Siklon Tropis Bavi yang saat ini bergerak ke arah barat laut.

Plt. Deputi Meteorologi BMKG, Andri Ramadhani, menjelaskan bahwa siklon tersebut saat ini terpantau berada di kawasan Laut Filipina, tepatnya di sebelah timur laut Filipina.

“Siklon Tropis Bavi ini berkembang dari Bibit Siklon Tropis 95W yang mencapai intensitas siklon sejak 2 Juli, lalu masuk wilayah monitoring TCWC Jakarta pada 7 Juli 2026,” ujar Andri di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Andri menambahkan, hasil analisis prediksi menunjukkan kecepatan angin maksimum di pusat sistem dalam 24 jam ke depan diperkirakan masih persisten. Intensitas siklon tersebut juga diproyeksikan bertahan pada kategori empat.

Wilayah Terdampak Angin Kencang dan Gelombang Laut

Pergerakan massa udara dari Siklon Bavi memicu dampak tidak langsung di sejumlah wilayah daratan dan perairan Indonesia, khususnya pada Jumat (10/7/2026):

1. Potensi Angin Kencang (Wilayah Daratan): Sulawesi Utara. Maluku Utara. Papua Barat Daya

2. Gelombang Sedang (1,25 – 2,5 Meter): Kawasan perairan Samudra Pasifik di bagian utara Maluku hingga utara Papua.

3. Gelombang Tinggi (2,5 – 4,0 Meter): Wilayah perairan Laut Maluku. Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud.

BMKG meminta masyarakat yang beraktivitas di pesisir, serta para pelaku pelayaran, untuk terus memperbarui informasi cuaca dan tetap mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di laut.

BACA JUGA:  Waspada, BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jabodetabek Sepekan ke Depan