INDORAYATODAY.COM – Hubungan bilateral antara Indonesia dan China dinilai terus menunjukkan momentum yang kuat. Di bawah arahan strategis Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden China Xi Jinping, kemitraan kedua negara kini memasuki tahap pembangunan komunitas dengan masa depan bersama yang berdampak konkret bagi pembangunan.
Optimisme tersebut disampaikan oleh Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong, dalam wawancara khusus tertulis bersama ANTARA di Jakarta, Sabtu (18/7/2026).
“Di bawah arahan strategis kedua kepala negara, hubungan Indonesia-China terus menciptakan momentum yang kuat dan telah memasuki tahap pembangunan komunitas dengan masa depan bersama,” ujar Dubes Wang.
Wang mencatat bahwa kedekatan kedua pemimpin negara terlihat dari intensitas pertemuan yang ada. Hingga pertengahan tahun 2026, Presiden Prabowo tercatat telah melakukan kunjungan ke China sedikitnya tiga kali, sementara Presiden Xi Jinping juga telah berulang kali melawat ke Indonesia sejak menjabat pada 2013 lalu.
Hubungan bilateral kedua negara saat ini telah berada pada tingkat kemitraan strategis komprehensif. Sinergi ini dijalankan melalui penguatan di lima pilar utama, yaitu sektor politik, ekonomi, hubungan antarmasyarakat dan budaya, kemaritiman, serta keamanan.
Interaksi intensif juga terus dilakukan oleh para pejabat tinggi, termasuk lewat mekanisme dialog “2+2” yang melibatkan menteri luar negeri dan menteri pertahanan dari kedua negara.
Di sektor ekonomi, hubungan dagang kedua negara menunjukkan angka yang signifikan. Nilai perdagangan bilateral Indonesia-China berhasil menyentuh 167,49 miliar dolar AS pada tahun 2025. Capaian ini sekaligus mempertahankan status China sebagai mitra dagang terbesar bagi Indonesia selama 13 tahun berturut-turut.
“Kereta Cepat Jakarta-Bandung menjadi proyek utama dalam kerja sama antara kedua negara yang saling menguntungkan,” tambah Wang.
Selain sektor ekonomi dan politik, hubungan antarmasyarakat (people-to-people) juga terus dipererat. Pemerintah China telah memberlakukan kebijakan bebas visa transit selama 240 jam bagi pemegang paspor Indonesia, serta memperluas pengajaran Bahasa Mandarin di tanah air, salah satunya melalui program “China Space” di Masjid Istiqlal Jakarta.
Langkah ini berdampak positif pada sektor pariwisata. Jumlah turis asal China yang berkunjung ke Indonesia pada periode Januari-Mei 2026 telah mencapai 765.700 orang, atau melonjak sebesar 21,16 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Dubes Wang menegaskan, pihak China senantiasa siap berkolaborasi guna mengimplementasikan seluruh kesepakatan yang telah dicapai antara Prabowo dan Xi Jinping demi mewujudkan kemajuan bersama yang stabil dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan