INDORAYATODAY.COM – Ajang balap Moto3 dipastikan bakal mengalami perubahan regulasi besar-besaran mulai musim 2028. Kelas junior MotoGP tersebut akan beralih menggunakan platform mesin berkapasitas lebih besar, yakni 689 cc dua silinder dari Yamaha yang ditunjuk sebagai pemasok tunggal hingga 2033.

Pembalap Moto3 asal Gunungkidul, Yogyakarta, Veda Ega Pratama, menilai regulasi baru ini akan memberikan tantangan sekaligus keuntungan tersendiri bagi para rider.

Menurut Veda, perubahan dari mesin 250 cc satu silinder ke mesin CP2 689 cc dua silinder tentu membutuhkan penyesuaian gaya balap. Kendati demikian, jarak (gap) performa antara kelas Moto3 dan Moto2 dinilai akan makin terkikis, sehingga proses transisi jenjang balap menjadi lebih mulus.

“Bakalan perlu adaptasi untuk semua rider-nya. Karena kan selama ini Moto3 motor kecil (250 cc), terus ke Moto2 langsung motor besar (pakai mesin Triumph 765 cc). Tapi itu juga mempermudah rider untuk adaptasi dari Moto3 ke Moto2,” ujar Veda saat ditemui di Jakarta.

Satu Merek Demi Menekan Biaya Penunjukan Yamaha sebagai pemasok tunggal mesin Moto3 dilakukan oleh Sports Entertainment Group selaku pengelola MotoGP untuk menggantikan era persaingan pabrikan Honda dan KTM. Mesin CP2 Yamaha yang bakal dipakai merupakan platform yang sama dengan lini produksi massal seperti YZF-R7, MT-07, dan Tenere 700.

CEO MotoGP Sports Entertainment Group, Carlos Ezpeleta, menegaskan bahwa kebijakan pemasok tunggal (single supplier) ini diambil guna menjaga efisiensi anggaran tim balap sekaligus menyelaraskan jalur pembinaan talenta muda menuju kelas utama.

“Moto2 dan Moto3 ada di sini untuk mengembangkan bakat dan jalur menuju MotoGP. Cara terbaik untuk melakukan itu adalah dalam lingkungan biaya yang terkendali. Satu-satunya cara nyata untuk melakukan itu adalah dengan pemasok tunggal,” terang Ezpeleta.

BACA JUGA:  Wakil Wali Kota Bekasi Kukuhkan Pengurus Baru PGI, Targetkan Prestasi Gemilang di Porprov Jabar

Dengan regulasi ini, rasio daya terhadap bobot (power to weight ratio) motor Moto3 diharapkan dapat meningkat secara signifikan, sehingga memberi bekal teknis yang lebih matang bagi para pembalap muda sebelum naik kelas ke Moto2.