BEKASI, INDORAYATODAY.COM – Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe mendorong lahirnya budaya inovasi sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Komitmen itu ditegaskan saat membuka Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) dan penjurian Bekasi PRIDE Award 2026, Selasa (4/8/2026).
Menurut Harris Bekasi membutuhkan ekosistem riset, inovasi, dan teknologi yang mampu menjawab tantangan pembangunan perkotaan.
Dia mengapresiasi Bapperida Kota Bekasi yang dinilai konsisten menghadirkan ruang kolaborasi bagi pemerintah, akademisi, pelajar, hingga masyarakat.
“Bekasi PRIDE bukan hanya singkatan dari Bekasi Planning, Research and Innovation Development, tetapi juga mencerminkan kebanggaan masyarakat Kota Bekasi sebagai rumah bagi para inovator, peneliti, dan generasi muda yang kreatif,” ujar Abdul Harris Bobihoe.
Dia menilai pembangunan daerah tidak lagi cukup mengandalkan cara-cara konvensional di tengah pesatnya transformasi digital.
Karena itu, setiap kebijakan harus disusun berdasarkan data, riset ilmiah, dan inovasi yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
Harris menegaskan, keberhasilan sebuah inovasi bukan hanya diukur dari kecanggihan teknologi yang diciptakan.
Menurutnya, inovasi harus mampu menyelesaikan persoalan warga, meningkatkan pelayanan publik, menggerakkan ekonomi, dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Kami berkomitmen agar inovasi-inovasi terbaik tidak berhenti pada tahap kompetisi, tetapi dapat diterapkan menjadi solusi nyata yang memberikan dampak sosial maupun ekonomi bagi masyarakat Kota Bekasi,” tegasnya.
Dia juga mengajak perangkat daerah, akademisi, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat memanfaatkan proses penjurian sebagai ruang pembelajaran.
Masukan dari para juri nasional dinilai penting untuk menyempurnakan setiap inovasi agar siap diterapkan secara luas.
Harris turut memotivasi para peserta, khususnya pelajar dan mahasiswa, agar terus berani menciptakan teknologi sederhana yang mudah diterapkan masyarakat.
Dia berharap lahir inovasi unggulan Kota Bekasi yang mampu bersaing di tingkat Jawa Barat hingga nasional.
Selain itu, Pos Pelayanan Teknologi atau Posyantek di setiap kelurahan diharapkan semakin aktif menyebarluaskan teknologi tepat guna kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Bapperida Kota Bekasi, perwakilan kementerian, BRIN, akademisi, camat, lurah, kepala sekolah, Posyantek, peserta lomba, serta dewan juri tingkat nasional.
Melalui Bekasi PRIDE Award 2026, Bobihoe optimistis kolaborasi pemerintah, dunia pendidikan, akademisi, dan masyarakat semakin kuat.
Dia berharap budaya riset dan inovasi terus berkembang demi mewujudkan Kota Bekasi yang maju, adaptif, dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan