INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Membersihkan abu vulkanik di rumah perlu dilakukan dengan cara tepat agar partikel tidak kembali beterbangan, menyebar, atau merusak permukaan.
Abu vulkanik yang masuk ke rumah sebaiknya segera dibersihkan. Namun, pembersihan yang keliru justru dapat membuat partikel abu kembali menyebar ke udara dan masuk ke ruangan lain.
Dirangkum dari laman US Geological Survey (USGS), berikut enam kesalahan yang perlu dihindari setelah hujan abu.
1. Menyapu Abu Saat Kering
Menyapu abu dalam kondisi kering dapat membuat partikelnya beterbangan dan berpotensi terhirup penghuni rumah. Untuk tumpukan abu yang cukup tebal di lantai keras, basahi terlebih dahulu dengan air.
Setelah itu, abu dapat dikumpulkan dan dimasukkan ke kantong. Gunakan pel lembap atau kain basah untuk membersihkan lantai.
2. Menggunakan Kipas untuk Mengembuskan Abu
Mengembuskan udara ke area yang masih dipenuhi abu dapat membuat partikel kembali beterbangan. Penggunaan kipas angin juga berisiko menyebarkan abu ke bagian rumah yang sudah dibersihkan.
Sebagai gantinya, gunakan lap lembap, air dan detergen, atau vacuum cleaner. Jika tersedia, vacuum cleaner dengan penyaringan partikulat berefisiensi tinggi dapat digunakan.
3. Menggosok Permukaan Terlalu Keras
Abu vulkanik dapat memiliki butiran tajam yang berisiko menggores kaca, enamel porselen, dan akrilik apabila digosok terlalu kuat.
Gunakan kain atau spons yang telah dibasahi detergen, kemudian bersihkan permukaan secara perlahan. Cara serupa perlu diterapkan pada karpet dan pelapis furnitur agar seratnya tidak rusak.
4. Membersihkan Bagian Dalam Lebih Dulu
Abu dari luar dapat kembali masuk melalui pintu, sepatu, pakaian, maupun aliran udara. Karena itu, area luar rumah sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu sebelum bagian dalam.
Selama proses pembersihan, gunakan satu pintu masuk agar abu tidak terbawa ke area yang sudah bersih.
5. Mengabaikan Pakaian, Hewan, dan Elektronik
Pakaian yang terkena abu sebaiknya disikat atau dikibas-kibaskan sebelum dicuci. Hewan peliharaan yang sempat berada di luar juga perlu disikat sebelum kembali masuk rumah.
Peralatan elektronik seperti komputer, televisi, dan radio dapat dibersihkan menggunakan vacuum cleaner atau udara bertekanan sesuai petunjuk perawatan. Pastikan aliran listrik perangkat telah dimatikan sebelum dibersihkan.
6. Mengabaikan Filter dan Ventilasi
Pembersihan rumah setelah hujan abu tidak selalu selesai dalam sekali pengerjaan. Filter AC dan sistem pemanas perlu diperiksa karena dapat menangkap partikel abu.
Saluran masuk udara pada lemari es, kipas, serta ventilasi kompor juga perlu diperhatikan. Filter mungkin perlu diganti lebih sering selama beberapa bulan setelah hujan abu.
Pembersihan dengan metode minim debu menjadi langkah penting untuk mencegah abu kembali beterbangan. Selain lantai dan furnitur, benda serta bagian rumah yang dapat menangkap atau menyebarkan abu juga perlu diperiksa secara berkala.
Dengan menghindari enam kesalahan tersebut, proses pembersihan rumah setelah hujan abu dapat dilakukan dengan lebih aman dan efektif.

Tinggalkan Balasan