DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok merespons informasi kualitas udara Depok yang ditampilkan berwarna merah oleh IQAir pada Senin (14/9/2026).

Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, memastikan informasi tersebut menjadi perhatian pemerintah.

Namun, data IQAir tidak bisa langsung disamakan dengan data resmi pemerintah.

Sebab, terdapat perbedaan titik pemantauan, waktu, metode, hingga indeks yang digunakan.

IQAir menggunakan US AQI, sedangkan pemerintah menggunakan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

“Status resmi kualitas udara harus berdasarkan alat pemantauan yang terverifikasi. Kualitas udara juga dinamis dan dipengaruhi lalu lintas, cuaca, angin, kelembapan, serta sumber pencemar dari dalam dan luar Kota Depok,” ujar Reni.

Meski demikian, DLHK terus menyiapkan langkah konkret untuk menjaga kualitas lingkungan.

Salah satunya dengan memperluas penghijauan dan memperkuat ruang terbuka hijau di Kota Depok.

Program penghijauan dilakukan melalui penanaman dan perawatan pohon di jalan, fasilitas publik, hingga permukiman.

DLHK juga memiliki program satu minggu satu pohon.

Bahkan, saat ini tengah dirumuskan program baru berupa satu rumah minimal tiga pohon.

“Kami ingin masyarakat mulai terbiasa melakukan penghijauan, menanam pohon, dan memeliharanya, terutama di rumah masing-masing maupun lingkungan sekitar,” katanya.

Selain penghijauan, DLHK juga terus menangani titik pembuangan sampah liar.

Titik-titik tersebut akan dibersihkan, ditertibkan, ditata, kemudian dihijaukan secara bertahap.

Targetnya, lokasi yang sebelumnya menjadi titik pembuangan sampah dapat berubah menjadi titik hijau.

“Kami ingin mengubah titik sampah menjadi titik hijau dengan dukungan masyarakat untuk menjaganya,” tegas Reni.

DLHK juga mengajak masyarakat ikut menjaga kualitas udara dengan tidak membakar sampah, merawat kendaraan, melakukan uji emisi, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, serta memelihara pohon.

BACA JUGA:  100 Hari Supian-Chandra, Demokrat Depok Nilai Kinerja Positif dan Responsif

Reni menegaskan, menjaga kualitas udara bukan hanya menjadi tugas pemerintah.

“Untuk kualitas udara yang baik, bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama,” pungkasnya.