INDORAYATODAY.COM – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, secara langsung membagikan nomor telepon seluler pribadinya kepada petani saat menghadiri panen raya dan percepatan tanam padi di Kecamatan Karangdowo, Klaten, pada Senin (1/12).

Aksi ini dilakukan untuk memastikan masyarakat, terutama petani, bisa melapor langsung jika terjadi pungutan liar (pungli) terkait bantuan pemerintah.

Di hadapan petani Desa Karangtalun, Sudaryono meminta mereka mencatat nomor kontaknya.

“Tolong dicatat nomor HP saya. Kalau ada orang minta duit, atau pupuk nggak lancar, saluran rusak atau lainnya boleh WA saya,” ungkap Sudaryono.

Wamentan menegaskan bahwa semua bantuan dari pemerintah pusat—mulai dari benih, perbaikan irigasi, jalan usaha tani, hingga alat mesin pertanian (Alsintan) seperti traktor dan pompa air—diberikan gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun.

“Tidak boleh ada yang terima duit, nggak boleh karena itu bantuan gratis tis tis dari pemerintah. Ke depan kalau ada orang ngaku pegawai kementerian pertanian, ngaku orangnya Dirjen, dan lainnya minta uang jangan dikasih, kalau perlu difoto orangnya, laporkan,” tegasnya.

Sudaryono juga menyampaikan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk menyejahterakan petani. Ia mengklaim dalam satu tahun masa jabatan, masalah pupuk dan benih telah dibereskan.

Selain itu, ia menyebutkan peningkatan harga gabah panen menjadi Rp 6.500 per kilogram yang akan secara konsekuen dibeli oleh Bulog.

Terkait perbaikan infrastruktur, Wamentan menyebutkan Presiden akan mengubah sistem kewenangan irigasi. Jika pemerintah daerah tidak mampu memperbaiki saluran irigasi, pemerintah pusat akan mengambil alih.

“Anggaran Rp 12 triliun sudah disiapkan untuk irigasi, tahun depan juga Rp 12 triliun. Total bisa mencapai Rp 60-100 triliun selama lima tahun untuk perbaikan irigasi, sehingga swasembada pangan itu bisa kita capai,” paparnya.

BACA JUGA:  Wamentan Dorong Lulusan Polbangtan Jadi Motor Ketahanan Pangan Nasional

Sementara itu, Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardianto, menjelaskan bahwa Klaten sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Tengah, mendapat target luas tanam yang besar, yaitu 90.213 hektare.

Dalam kunjungannya, Wamentan juga secara simbolis menyerahkan berbagai bantuan Alsintan dan benih kepada petani setempat.