DEPOK, INDORAYA TODAY – Air mata haru pecah di halaman rumah Wali Kota Depok, Supian Suri, di Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Rabu (24/12/2025). Peringatan Hari Ibu yang dikemas sederhana berubah menjadi momen emosional ketika puluhan lansia tak kuasa menahan tangis, tersentuh kejutan yang dirancang penuh cinta oleh Siti Barkah Hasanah atau Cing Ikah.
Acara bertajuk Cinta Ibu Cahaya, Keluarga Berkah di Usia Senja itu digelar bersama Sekolah Lansia Husnul Khotimah Sayang Emak Baba. Di bawah langit siang yang teduh, para lansia duduk berderet, sebagian menggenggam tangan satu sama lain, menunggu rangkaian acara tanpa tahu kejutan yang akan datang.
Cing Ikah, Ketua Pembina Sekolah Lansia Depok Sayang Emak Kota Depok, tampil sebagai sosok sentral di balik suasana hangat tersebut. Dengan penuh ketulusan, ia menghadirkan peringatan Hari Ibu bukan sekadar seremoni, melainkan ruang perjumpaan batin antara orang tua dan anak.
“Hari ini memang spesial. Saya sengaja mengundang para lansia di sekitar lingkungan untuk merayakan Hari Ibu bersama-sama, sebagai tanda terima kasih dan wujud cinta kita kepada orang tua tercinta,” ujar Cing Ikah.
Tak berhenti di sana, Cing Ikah yang juga istri dari Wali Kota Depok, Supian Suri, menyiapkan kejutan yang menjadi puncak emosi acara. Satu per satu, anak-anak dari para lansia tiba tanpa pemberitahuan. Ada yang datang dari Karawang, ada pula yang menempuh perjalanan dari Tangerang, hanya untuk memeluk orang tua mereka di Hari Ibu.
“Saya memang menginisiasi agar anak-anaknya hadir memberikan kejutan. Ada yang datang dari Karawang, dari Tangerang, Alhamdulillah mereka menyempatkan waktu untuk hadir dan memberikan kejutan kepada orang tuanya,” tuturnya.
Sekitar 100 lansia yang hadir terdiam sesaat sebelum suasana pecah oleh tangis bahagia. Wajah-wajah renta itu mendadak berbinar saat menyadari anak-anak mereka berdiri di hadapan, memeluk, mencium tangan, dan menatap dengan penuh rindu.
“Alhamdulillah mereka sangat bahagia. Saya melihat semangat hidup mereka jadi lebih bergairah. Ada spirit baru untuk terus menjalani kehidupan,” kata Cing Ikah.
Di hadapan para lansia, Cing Ikah juga menegaskan bahwa usia senja bukan akhir dari peran sosial dan kehidupan bermakna. Ia berkomitmen menjadikan Sekolah Lansia sebagai ruang aman untuk belajar, bersilaturahmi, dan terus berkarya.
“Usia bukan penghalang untuk terus berkumpul, belajar, bersilaturahmi, dan berkarya. Mudah-mudahan dengan Sekolah Lansia Depok Sayang Emak ini, mereka punya ruang belajar, ruang keluarga, dan ruang untuk terus berkembang,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Relawan Lansia (IRL) Kota Depok, Murtapiah, menyebut kegiatan tersebut sebagai puncak peringatan Hari Ibu tingkat kota yang diikuti perwakilan sekolah lansia dari 11 kecamatan.
“Secara seremonial kita pusatkan di sini, tapi di setiap sekolah lansia di kecamatan juga melaksanakan kegiatan sesuai kondisi masing-masing,” ujarnya.
Menurut Murtapiah, kejutan yang digagas Cing Ikah bukan sekadar simbol, melainkan pesan kuat untuk mengetuk kesadaran anak-anak agar lebih peduli pada orang tua mereka yang telah menua.
“Kita ingin anak-anak lebih perhatian. Jangan merasa karena sudah ada sekolah lansia, orang tua diserahkan sepenuhnya ke relawan. Justru dukungan anak sangat penting, mulai dari mengantar, menemani, sampai perhatian kecil sehari-hari,” ungkapnya.
Di penghujung acara, anak-anak terlihat menyuapi orang tua mereka, menyerahkan bunga, dan parsel sederhana. Sentuhan kecil itu menjadi penutup yang kuat, menyisakan haru di rumah Wali Kota Depok.
“Intinya ini tentang sentuhan hati antara ibu, ayah, dan anak. Membangun kembali rasa perhatian dan kasih sayang,” pungkas Murtapiah.

Tinggalkan Balasan