INDORAYATODAY.COM  – Langkah nyata dalam memutus mata rantai stunting di Kota Bogor mulai menunjukkan hasil signifikan. Wakil Wali Kota (Wawali) Bogor, Jenal Mutaqin, mengapresiasi keberhasilan 16 bayi di bawah dua tahun (baduta) di Kecamatan Bogor Utara yang dinyatakan “lulus” dari kondisi stunting setelah menjalani program intervensi selama enam bulan.

Capaian ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan lembaga filantropi Rumah Zakat. Jenal, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Bogor, menyebut momentum ini sebagai bukti nyata bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam membenahi kualitas kesehatan generasi mendatang.

“Atas nama Pemerintah Kota Bogor, kami mengucapkan terima kasih kepada Rumah Zakat atas sinergi yang telah terjalin. Dari 28 baduta yang kita dampingi, alhamdulillah 16 anak sudah dinyatakan lulus,” ujar Jenal saat menghadiri seremoni wisuda baduta stunting di Aula Kantor Kecamatan Bogor Utara, Rabu (31/12/2025).

Keberlanjutan Program Meskipun Rumah Zakat akan memperluas fokus intervensinya ke wilayah Bogor Selatan mulai awal tahun 2026, Wawali Jenal Mutaqin memastikan bahwa perhatian terhadap anak-anak di Bogor Utara tidak akan berhenti. Ia menegaskan komitmen para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bogor untuk terus memberikan dukungan secara mandiri.

“Program bantuan tetap berjalan. Para PNS (ASN) tetap berpatungan untuk membantu keluarga yang membutuhkan. Kita ingin memastikan setiap wilayah tertangani dengan baik,” tegasnya.

Pesan untuk Orang Tua Sementara itu, Pimpinan Rumah Zakat, Siswanto, menjelaskan bahwa kelulusan belasan balita tersebut didasarkan pada grafik peningkatan berat badan dan status gizi yang membaik. Namun, ia menitipkan pesan penting bagi para orang tua agar tetap disiplin dalam memberikan asupan gizi yang berkualitas bagi anak-anak mereka.

BACA JUGA:  Wawali Jenal Mutaqin Apresiasi Warga Haur Jaya, Jadikan Contoh Raih Adipura

“Intervensi selama enam bulan ini memberikan hasil positif bagi 16 anak tersebut. Namun, pemantauan kualitas gizi secara mandiri di rumah harus tetap dipertahankan demi pertumbuhan yang optimal,” kata Siswanto.

Melalui keberhasilan di Bogor Utara ini, Pemkot Bogor optimistis angka stunting di wilayah lain akan terus menurun melalui skema kolaborasi yang serupa, guna mewujudkan generasi emas yang sehat dan tangguh.