INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan pelibatan murid sekolah kedinasan pemerintah untuk mempercepat pemulihan bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera. Wacana tersebut disampaikan setelah mendengar rencana pengerahan praja IPDN ke Aceh Tamiang.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan, ide tersebut muncul saat Presiden Prabowo berdiskusi dengannya di sela kunjungan ke lokasi bencana. Saat itu, Tito menyampaikan rencana menerjunkan ribuan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke Aceh Tamiang untuk membantu penanganan dampak banjir dan longsor.

“Beliau sempat menyampaikan, melontarkan ide bahwa, ‘Bagus juga ya kalau seandainya semua sekolah kedinasan sampai saya akan kirim ke sana’,” ujar Tito dalam konferensi pers pelepasan praja IPDN di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (03/01/2026).

Menurut Tito, Presiden Prabowo menilai keterlibatan sekolah kedinasan tidak hanya membantu pemerintah mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi para peserta didik.

Ia menjelaskan, Prabowo mencontohkan sejumlah sekolah kedinasan yang relevan untuk diterjunkan sesuai bidang keahlian masing-masing. Salah satunya sekolah kedinasan di bidang perhubungan, yang dapat membantu memetakan dampak bencana terhadap infrastruktur transportasi.

“Misalnya, sekolah kedinasan di bidang perhubungan, itu untuk melihat bagaimana sistem perhubungan bandara, apakah ada yang terdampak, termasuk pelabuhan-pelabuhan kecil,” kata Tito.

Selain itu, Prabowo juga menyinggung sekolah kedinasan di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dinilai dapat membantu penanganan wilayah pesisir dan nelayan terdampak bencana.

“Kemudian, ada sekolahnya KKP untuk menangani daerah-daerah pesisir yang ada nelayan terdampak,” lanjut Tito.

Tito menilai Presiden Prabowo menunjukkan antusiasme terhadap gagasan tersebut. Menurut dia, pelibatan sekolah kedinasan dari berbagai sektor dapat menjadi pendekatan terintegrasi dalam penanganan bencana, sekaligus memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak.

BACA JUGA:  Memasuki Yordania, Pesawat Presiden Prabowo Dikawal Jet Tempur F-16

“Nah, itu banyak sebetulnya sekolah kedinasan kita. Beliau sampai berpikir, ini bisa juga sekolah kedinasan lain dikirim ke sana dengan spesialisasi kemampuan masing-masing sekaligus menerapkan ilmunya mereka,” ujar Tito.

Ia menambahkan, wacana ini masih dalam tahap pertimbangan dan akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan serta kesiapan masing-masing institusi pendidikan kedinasan.

Wacana pengerahan murid sekolah kedinasan untuk membantu pemulihan bencana menunjukkan pendekatan baru pemerintah dalam penanganan bencana berbasis kolaborasi lintas sektor. Selain mempercepat pemulihan wilayah terdampak, kebijakan ini juga diharapkan menjadi sarana pembelajaran praktis bagi calon aparatur negara dalam menghadapi situasi darurat. ***