INDORAYATODAY.COM – Presiden Prabowo Subianto menargetkan perbaikan 11.000 sekolah di Indonesia sebagai langkah awal percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan. Pemerintah mengalokasikan anggaran hampir Rp17 triliun untuk program tersebut.

Dalam pidatonya saat peringatan Hari Pendidikan Nasional di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor, Kamis (2/5), Prabowo menegaskan pentingnya fasilitas dasar yang layak sebagai fondasi pendidikan nasional.

“Bagaimana bisa suatu sekolah toiletnya hanya satu? Padahal, kalau kita buka-bukaan, anggarannya ada,” ujar Prabowo di hadapan pejabat pemerintah pusat dan daerah serta para pelajar.

Meski dana yang tersedia cukup besar, Presiden mengakui anggaran itu belum memadai untuk menjangkau seluruh sekolah. Saat ini, Indonesia memiliki lebih dari 330.000 satuan pendidikan.

“Saya memang menetapkan anggaran, saya kira cukup besar untuk perbaikan sekolah-sekolah, tapi tetap tidak cukup. Sekarang hampir Rp17 triliun, tapi itu mungkin baru cukup untuk memperbaiki 11.000 sekolah dari total 330.000 sekolah di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Prabowo menekankan pentingnya manajemen anggaran yang efisien agar setiap dana benar-benar memberi manfaat bagi rakyat.

“Kalau kita melaksanakan manajemen yang baik, manajemen yang memakai akal sehat, bahwa setiap dana dikelola dan digunakan sungguh-sungguh untuk kepentingan rakyat, saya berpikir kita bisa memperbaiki semua sekolah di seluruh Indonesia. Itu sasaran kita,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh kepala daerah untuk mengawasi realisasi anggaran dan mencegah kebocoran di tingkat birokrasi.

“Para pejabat dan birokrat diangkat, dibiayai, dan digaji oleh negara. Maka anggaran untuk rakyat, untuk pelayanan rakyat, hendaknya jangan diselewengkan, jangan dikorupsi dengan segala akal,” tandasnya.

BACA JUGA:  Kapolri Klaim Kepercayaan Publik terhadap Polri Naik Sepanjang 2025