INDORAYATODAY.COM – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) resmi membuka Sayembara Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia Tahun 2026.
Program ini bertujuan mendorong lahirnya karya-karya sinema berkualitas yang mengangkat esensi perjuangan bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan pada periode 1945 hingga 1950.
Peluncuran program strategis ini dilakukan langsung oleh Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon di Senayan Golf Club, Jakarta Selatan, Kamis (9/7/2026).
Fadli Zon menjelaskan bahwa sayembara ini merupakan ikhtiar pemerintah dalam memperkuat literasi sejarah melalui media audio-visual. Film dinilai sebagai medium yang sangat efektif dan dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kita buka sebagai sayembara dan kita harapkan diikuti oleh banyak sineas kita. Tadi sudah ada sejarawan yang juga akan menjadi konsultan dan juga juri yang berpengalaman,” ujar Fadli Zon di lokasi acara.
Melalui program ini, Kemenbud berharap film mampu menghadirkan kembali narasi autentik perjuangan bangsa. Dengan demikian, sejarah tidak hanya dipandang sebagai rangkaian peristiwa masa lalu yang kaku, tetapi juga menjadi refleksi nilai-nilai kebangsaan bagi generasi masa kini.
Program sayembara ini terbagi dalam dua kategori utama. Pertama, kategori Film Panjang dengan durasi minimal 75 menit. Kedua, kategori Film Pendek dengan durasi berkisar antara 15 hingga 30 menit.
Kedua kategori ini terbuka lebar bagi seluruh sineas tanah air yang memiliki gagasan orisinal berbasis riset kuat mengenai narasi kepahlawanan.
Pada kategori film panjang, peserta dibebaskan untuk mengeksplorasi tokoh, peristiwa krusial, maupun dinamika sosial pada masa revolusi kemerdekaan melalui berbagai genre sinema.
Sementara untuk kategori film pendek, fokus cerita diarahkan pada sejumlah fragmen sejarah penting, seperti Peristiwa Rengasdengklok, Proklamasi Kemerdekaan, Pertempuran Surabaya 10 November, Agresi Militer Belanda, hingga kiprah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).
Selain mendapatkan dukungan pendanaan produksi, para peserta yang lolos akan memperoleh pendampingan intensif, mulai dari penyempurnaan skenario hingga konsultasi langsung bersama sejarawan dan budayawan senior.
“Program ini terbuka bagi rumah produksi, perusahaan perfilman, komunitas film, serta sineas Indonesia,” tambah Fadli Zon.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Film, Musik, dan Seni Kemenbud, Irini Dewi Wanti, menambahkan bahwa program ini bukan sekadar fasilitasi produksi film semata. Langkah ini dirancang sebagai ruang kolaborasi besar lintas sektor.
“Program ini membuka ruang kolaborasi bagi berbagai pemangku kepentingan, mulai dari insan perfilman, sejarawan, akademisi, arsiparis, penulis skenario, produser, sutradara, hingga praktisi perfilman lainnya,” kata Irini.
Pendaftaran Sayembara Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia 2026 dibuka mulai 10 Juli hingga 10 Agustus 2026 secara daring melalui situs resmi filmkepahlawanan.id. Proposal yang lolos kurasi awal akan diumumkan pada pertengahan Agustus 2026 sebelum memasuki tahap pengembangan klinis pada Agustus hingga September 2026.

Tinggalkan Balasan