INDORAYATODAY.COM – Drama menegangkan di babak perempat final Piala Dunia 2026 tidak hanya memicu adrenalin, tetapi juga membawa risiko kesehatan tersembunyi. Sejumlah penelitian medis membuktikan bahwa menonton pertandingan sepak bola dengan intensitas tinggi dapat memicu serangan jantung.

Para ahli menegaskan, stres emosional selama pertandingan bertindak sebagai pemicu (trigger), terutama bagi penonton yang sudah memiliki kerentanan biologis atau riwayat penyakit jantung.

Ketika mendukung tim kesayangan, tubuh mengalami lonjakan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol secara drastis. Hal ini menyebabkan peningkatan detak jantung dan tekanan darah secara signifikan.

Berdasarkan studi terkenal yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine pasca-Piala Dunia 2006 di Jerman, ditemukan data sebagai berikut:

Lonjakan Kasus: Jumlah pasien darurat dengan masalah jantung melonjak tajam pada hari-hari saat tim nasional bertanding.

Risiko Kardiovaskular: Risiko mengalami insiden serangan jantung meningkat hingga 2,7 kali lipat dibandingkan hari biasa.

Momen Kritis: Risiko tertinggi terjadi pada laga-laga penuh ketidakpastian yang harus diselesaikan melalui babak perpanjangan waktu atau adu penalti.

Penelitian terbaru dari Universitas Bielefeld di Jerman melalui pantauan smartwatch juga mengonfirmasi adanya peningkatan stres fisiologis yang ekstrem, terutama bagi fans yang menonton langsung di stadion.

Ahli jantung mengingatkan bahwa sepak bola jarang menjadi faktor tunggal penyebab serangan jantung. Risiko akan melesat tajam jika stres emosional dari pertandingan bertemu dengan kebiasaan buruk saat nonton bareng (nobar), seperti:

Konsumsi alkohol dan makanan porsi besar secara berlebihan.

Merokok dan kurang tidur.

Adanya faktor risiko bawaan yang tidak terkontrol, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes, atau kolesterol tinggi.

Kombinasi antara stres fisik, luapan emosi, dan gaya hidup tidak sehat saat nobar inilah yang memicu timbulnya aritmia (gangguan irama jantung), krisis hipertensi, hingga serangan jantung fatal.

BACA JUGA:  Cegah Kejahatan, WhatsApp Luncurkan Fitur Proteksi Ekstra