INDORAYATODAY.COM – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto menaruh perhatian serius terhadap krisis tenaga medis di Tanah Air. Presiden telah memberikan instruksi khusus untuk memperbanyak jumlah Fakultas Kedokteran (FK) baru guna mengejar ketertinggalan kebutuhan nasional yang mencapai 100.000 dokter.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan strategi akselerasi untuk memastikan pelayanan kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Selain menambah institusi baru, Presiden juga meminta Fakultas Kedokteran yang telah eksis untuk meningkatkan daya tampung mahasiswa.

“Bapak Presiden meminta agar fakultas kedokteran yang sudah ada memperbanyak penerimaan mahasiswa, baik untuk pendidikan dokter umum maupun program pendidikan dokter spesialis,” ujar Prasetyo Hadi di Jakarta, Jumat (16/1).

Guna mendukung kebijakan tersebut, pemerintah tengah mengkaji skema dukungan finansial bagi para calon dokter. Prasetyo membuka peluang besar bagi mahasiswa kedokteran untuk mendapatkan beasiswa penuh dari negara.

Langkah pemberian beasiswa ini diharapkan dapat menghilangkan hambatan ekonomi bagi putra-putri terbaik bangsa yang ingin mengabdi di dunia kesehatan. Dengan demikian, profesi dokter dapat diakses oleh mereka yang memiliki kompetensi tanpa terkendala biaya pendidikan yang selama ini dikenal tinggi.

Upaya masif ini menjadi bagian dari visi besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional. Melalui penambahan jumlah lulusan dokter secara konsisten, pemerintah optimistis rasio dokter dan penduduk di Indonesia akan mencapai angka ideal dalam beberapa tahun ke depan.

BACA JUGA:  Menlu: ASEAN Harus Jadi Magnet Investasi Berkelanjutan di Tengah Ketidakpastian Global