INDORAYATODAY.COM  – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memberikan penjelasan mendalam terkait gagasan “Gentengisasi” yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Prasetyo menegaskan bahwa gerakan nasional mengganti atap seng menjadi genteng bukan sekadar persoalan teknis bangunan, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan daya tarik pariwisata nasional melalui kebersihan dan keindahan lingkungan.

Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo memandang estetika wilayah sebagai salah satu kunci utama dalam memajukan sektor pariwisata. Dengan lingkungan yang tertata rapi, Indonesia diharapkan dapat menciptakan iklim yang lebih ramah bagi wisatawan, terutama wisatawan mancanegara.

“Semangatnya adalah Bapak Presiden berpendapat bahwa salah satu yang harus kita dorong adalah sektor pariwisata. Kunci dari pariwisata adalah masalah kebersihan dan keindahan. Melalui gerakan ini, beliau ingin menggugah kita semua untuk menjadikan lingkungan jauh lebih bersih, rapi, dan indah,” ujar Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Gerakan “Gentengisasi” ini merupakan bagian integral dari program yang lebih luas, yakni Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Prasetyo menjelaskan bahwa perhatian Presiden tidak hanya tertuju pada atap rumah, tetapi juga mencakup penataan sampah, penertiban papan reklame yang semrawut, hingga pengaturan kabel-kabel di ruang publik.

Ia menilai tata kota di Indonesia memerlukan pembenahan serius agar kembali menjadi kawasan yang nyaman dan estetis. “Bukan sekadar masalah gentengnya, tapi bagaimana kita bersama-sama menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan. Kita perlu banyak pembenahan tata kota supaya menjadi indah lagi, banyak taman, dan penuh dengan bunga,” tuturnya.

Sebelumnya, dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Senin (2/2/2026), Presiden Prabowo Subianto menyoroti masih banyaknya rumah di pelosok desa yang menggunakan atap seng. Presiden menilai penggunaan seng tidak hanya merusak pemandangan karena sifatnya yang mudah berkarat, tetapi juga memberikan dampak negatif bagi penghuninya.

BACA JUGA:  Mensesneg Sebut Pembentukan BUMN Pengelola Aset Sitaan Demi Kedaulatan Ekonomi

“Atap dari seng itu panas untuk penghuni dan juga berkarat. Jadi tidak mungkin terus menggunakan seng. Saya ingin semua atap rumah di Indonesia menggunakan genteng melalui sebuah gerakan nasional, yakni proyek Gentengisasi,” tegas Presiden Prabowo.

Melalui gerakan ini, Pemerintah berharap Indonesia tidak hanya unggul dalam kekayaan alam, tetapi juga memiliki keunggulan visual yang mencerminkan bangsa yang maju, bersih, dan bermartabat. Proyek ini diharapkan dapat menstimulus industri genteng lokal dan menciptakan lapangan kerja baru di tingkat perdesaan.