INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan Treaty on Common Security antara Indonesia dan Australia akan menjadi dasar pembentukan forum konsultasi keamanan yang digelar secara rutin, melibatkan pimpinan negara hingga tingkat menteri, tanpa membentuk aliansi militer.

Sugiono menyampaikan bahwa traktat tersebut dirancang sebagai kerangka komunikasi strategis di bidang keamanan antara Indonesia dan Australia. Forum konsultasi yang akan dibentuk menjadi medium dialog reguler bagi kedua negara untuk menyamakan persepsi terhadap dinamika keamanan kawasan dan global.

Menurut Sugiono, pembentukan forum ini merupakan konsekuensi dari kesepakatan bersama kedua negara untuk memperkuat mekanisme konsultasi di level pimpinan dan kementerian. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang diskusi kebijakan, bukan instrumen pertahanan bersama.

“Saya kira itu merupakan konsekuensi logis berikutnya bahwa ini adalah media konsultasi antara pimpinan dan juga level menteri. Itu yang akan terjadi, ada forum-forum diskusi, forum-forum konsultasi yang sifatnya rutin,” ujar Sugiono pada Sabtu (7/2/2026).

Ia menambahkan, pendekatan konsultatif seperti ini telah lama menjadi bagian dari praktik diplomasi Indonesia. Pemerintah Indonesia, kata dia, secara konsisten membangun forum dialog sebagai sarana komunikasi dan pencegahan salah persepsi dalam hubungan antarnegara.

Sebagai contoh, Indonesia aktif dalam berbagai forum konsultasi regional, termasuk pertemuan antarmenteri luar negeri negara-negara ASEAN. Selain itu, Indonesia juga menjalankan mekanisme dialog luar negeri dan pertahanan atau 2+2 dialogue dengan sejumlah mitra strategis.

“Di tengah situasi seperti ini, yang namanya komunikasi, kemudian kerja sama, kolaborasi itu sangat diperlukan. Oleh karena itu, diperlukan satu pemahaman yang sama terhadap situasi global,” kata Sugiono.

Sugiono menekankan bahwa Treaty on Common Security bukanlah pakta pertahanan atau aliansi militer. Traktat ini juga tidak memuat ketentuan yang mengharuskan kedua negara mempersepsikan ancaman terhadap salah satu pihak sebagai ancaman bersama.

BACA JUGA:  Prabowo Tunjuk Sugiono Jadi Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani Dapat Amanah Baru

“Treaty ini adalah traktat untuk membuat satu forum konsultasi bilateral di bidang keamanan. Ini bukan pakta pertahanan, bukan pakta militer,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kesepakatan ini melanjutkan tradisi konsultasi bilateral yang telah berlangsung sejak 1995, namun dengan pendekatan yang lebih komprehensif dan melibatkan kepemimpinan tertinggi kedua negara. Meski demikian, format teknis forum konsultasi tersebut masih akan dibahas lebih lanjut.

Melalui Treaty on Common Security, Indonesia dan Australia sepakat memperkuat mekanisme dialog keamanan secara rutin dan terstruktur. Pemerintah menegaskan kerja sama ini bersifat konsultatif dan strategis, bukan aliansi militer, serta ditujukan untuk memperkuat komunikasi dalam menghadapi dinamika keamanan global. ***