INDORAYATODAY.COM — Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menunjukkan aksi spontanitas yang memikat perhatian publik. Alih-alih menunggu tuntasnya rapat koordinasi atau turunnya anggaran pemeliharaan, Jenal memilih turun langsung ke lapangan untuk menambal sejumlah jalan berlubang yang dinilai membahayakan nyawa pengendara di Kota Bogor, Senin (9/2/2026).

Langkah ini diambil menyusul meningkatnya laporan kecelakaan akibat kerusakan infrastruktur jalan, terutama di sepanjang kawasan Sukasari hingga Jalan Raya Tajur. Jenal mengaku aksi ini lahir dari keresahannya sebagai warga Bogor, terlebih setelah pengalaman pribadi di mana salah satu lubang di Sukasari nyaris mencelakai buah hatinya saat melintas.

“Kalau ditanya sebagai warga, tentu saya ingin jalan yang berlubang segera ditambal. Kebetulan saya ada rezeki lebih, saya beli aspal dan saya tambal sendiri,” ujar Jenal saat ditemui di lokasi, Selasa (10/2/2026).

Prioritaskan Keselamatan di Atas Birokrasi Jenal mengungkapkan bahwa kondisi di titik-titik tersebut sudah sangat mengkhawatirkan. Laporan warga menyebutkan sedikitnya tiga kecelakaan terjadi hanya dalam satu malam akibat lubang yang tertutup genangan hujan dan minimnya penerangan. Kondisi darurat inilah yang mendorongnya bergerak cepat tanpa terjebak dalam perdebatan soal kewenangan jalan.

Dalam aksi sosial ini, Jenal mengerahkan hampir empat ton aspal dengan melibatkan tenaga ahli agar hasil penambalan presisi dan aman dilalui kendaraan. Ia menegaskan bahwa langkah ini murni bentuk kepedulian pribadi, di mana seluruh pembiayaan bersumber dari kantong pribadinya.

“Tidak perlu berdebat soal kewenangan, apakah itu pusat atau daerah. Kalau melihat jalan bolong dan membahayakan, ya kita tambal dulu untuk meminimalisir kecelakaan. Ini murni bentuk kepedulian saya sebagai warga,” tegasnya.

Respons Cepat Terhadap Keluhan Warga Aksi ini sekaligus menjadi kritik halus bagi lambatnya proses birokrasi yang kerap tertinggal oleh potensi risiko kecelakaan di lapangan. Bagi Jenal, keselamatan masyarakat tidak bisa ditunda hanya demi menunggu kejelasan berkas administrasi.

BACA JUGA:  Urai Kemacetan di Sumeru, Wawali Bogor Jenal Mutaqin Ingatkan Hak Pengguna Jalan

Langkah responsif ini menuai simpati dari pengguna jalan yang kerap melintasi jalur sibuk tersebut. Diharapkan, aksi keteladanan ini dapat memacu perangkat daerah terkait untuk lebih proaktif dalam memantau dan memperbaiki fasilitas publik demi menjamin keamanan dan kenyamanan warga Kota Bogor.