INDORAYATODAY.COM  – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi melibatkan tiga pelatih lokal untuk mendampingi John Herdman dalam menakhodai Timnas Indonesia senior. Langkah ini diambil sebagai upaya sinkronisasi strategi sekaligus transfer pengetahuan antara pelatih asing dan talenta kepelatihan tanah air.

Salah satu nama yang menjadi sorotan adalah Nova Arianto. Pelatih yang sukses membawa Timnas U-17 berlaga di Piala Dunia U-17 2025 tersebut kini naik kelas untuk menjadi asisten pelatih tim senior. Penunjukan ini dilakukan mengingat agenda Timnas U-20 sedang kosong pada tahun 2026.

Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menyatakan bahwa kehadiran Nova diharapkan mampu mempercepat adaptasi John Herdman dengan karakteristik pemain Indonesia. “Nova Arianto akan bergabung untuk sementara waktu guna membantu tugas pelatih kepala dalam menghadapi berbagai agenda penting ke depan,” ujar Sumardji.

Nova Arianto bukanlah wajah baru di ruang ganti Skuad Garuda. Selama lima tahun terakhir, ia merupakan tangan kanan Shin Tae-yong, yang membuatnya memiliki pemahaman mendalam mengenai fondasi teknis pemain Indonesia saat ini.

Selain Nova, PSSI juga menunjuk Sofie Imam Faizal untuk mengisi posisi pelatih fisik. Sofie, yang sebelumnya bekerja di bawah asuhan Patrick Kluivert, akan berkolaborasi dengan Quentin Jacoba untuk meningkatkan level kebugaran para penggawa Merah Putih.

“Coach Sofie juga akan kami libatkan. Kami terus memantau sosok-sosok tepat yang dapat memberikan nilai tambah bagi performa tim,” tambah Sumardji.

Nama ketiga yang melengkapi barisan asisten lokal adalah Dzikri Lazuardi. Berbeda dengan Nova dan Sofie, Dzikri merupakan wajah baru di lingkungan Timnas, namun memiliki rekam jejak yang solid di level klub.

Mantan analis video Persija Jakarta, Persis Solo, dan Persipura Jayapura ini bertugas membedah data dan visual pertandingan guna memberikan masukan taktis yang presisi bagi tim kepelatihan John Herdman.

BACA JUGA:  Terungkap, John Herdman Tolak Honduras dan Pilih Indonesia hingga Kontrak 2030

PSSI menegaskan bahwa pintu bagi asisten lokal lainnya masih terbuka lebar. Hal ini dilakukan agar Timnas Indonesia memiliki struktur kepelatihan yang inklusif menghadapi padatnya kalender kompetisi tahun 2026, mulai dari FIFA Series, Piala AFF, hingga FIFA Matchday.

Melalui kolaborasi ini, PSSI berharap terjadi transfer ilmu yang konsisten sehingga pelatih-pelatih lokal Indonesia mampu menyerap standar kepelatihan dunia yang dibawa oleh John Herdman, demi kemajuan jangka panjang sepak bola nasional.