DEPOK, INDORAYA TODAY – Reses Ketua Komisi B DPRD Kota Depok Hamzah di RW 18 Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kamis (14/5/2026), melahirkan gagasan baru yang cukup menarik. Dari forum serap aspirasi itu, muncul ide kompetisi RW bersih se-Kota Depok.
Gagasan tersebut mengemuka seiring dorongan penguatan pembangunan berbasis lingkungan dan pengelolaan sampah di tingkat RW. Hamzah menekankan pentingnya kolaborasi antara dana RW sebesar Rp300 juta, aspirasi DPRD, serta dukungan program pemerintah kota.
Dalam dialog reses itu, Hamzah mengajak seluruh RW untuk tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga kebersihan lingkungan. Ia menilai persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar di Kota Depok yang harus ditangani bersama.
Dari situ, ia mengusulkan konsep “Festival RW Bersih”, yakni kompetisi antar-RW untuk mendorong pengelolaan sampah yang lebih tertata, lingkungan yang rapi, serta partisipasi aktif warga.
RW yang mampu menjaga kebersihan dan inovasi pengelolaan sampah terbaik nantinya akan mendapatkan apresiasi atau reward dari pemerintah kota. Penghargaan itu diharapkan menjadi pemicu semangat antarwilayah.
“Bukan hanya soal bangun jalan, tapi bagaimana lingkungan RW juga tertata, bersih, dan punya kebanggaan,” kata Hamzah dalam forum serap aspirasi tersebut.
Hamzah juga menyoroti bahwa keterbatasan anggaran daerah menuntut adanya kreativitas dalam pembangunan. Dengan APBD yang terbatas, menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program lingkungan.
Selain isu sampah, ia turut menyinggung pentingnya pemerataan pembangunan melalui berbagai jalur aspirasi, mulai dari dana RW, usulan dinas, hingga pokok pikiran dewan agar pembangunan tidak terpusat.
Dalam kesempatan itu, Hamzah juga mengapresiasi sejumlah program Pemerintah Kota Depok yang dinilai mulai menunjukkan perbaikan di berbagai sektor, termasuk pelayanan publik dan infrastruktur dasar.
Reses tersebut ditutup dengan harapan agar ide kompetisi RW bersih dapat dibahas lebih lanjut di tingkat pemerintah kota, sehingga bisa menjadi program nyata yang mendorong Depok lebih bersih, sehat, dan tertata.

Tinggalkan Balasan