INDORAYATODAY.COM – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa hasil survei kepuasan publik akan menjadi basis utama evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Hal ini disampaikan tepat pada satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Ade Ruhandi, Jumat (20/2/2026).

Rudy memilih untuk tidak merayakan momentum satu tahun kepemimpinan dengan agenda seremonial. Sebaliknya, ia menjadikannya sebagai ruang refleksi untuk membedah berbagai kekurangan dan pekerjaan rumah yang belum tuntas di Bumi Tegar Beriman.

“Kami menyadari masih banyak kekurangan. Momentum ini kami gunakan sebagai bahan evaluasi bersama seluruh jajaran perangkat daerah, bukan untuk euforia,” ujar Rudy di Cibinong, Kamis (19/2).

Berdasarkan data yang dirilis Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus), tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemkab Bogor mencapai rata-rata 83,29 persen. Angka ini menunjukkan apresiasi publik terhadap akselerasi pembangunan yang dilakukan setahun terakhir.

Beberapa sektor strategis mencatatkan angka yang cukup impresif, di antaranya: Infrastruktur: 92,19 persen. Kebudayaan: 91,50 persen. Lingkungan Hidup: 89,13 persen. Komunikasi Publik: 88,94 persen. Pendidikan & Kesehatan: Berkisar di angka 85-86 persen

Meski secara umum mendapat rapor hijau, Rudy menyoroti beberapa sektor yang masih memerlukan kerja ekstra. Sektor ekonomi, ketenagakerjaan, dan pertanian saat ini berada di kisaran 72–73 persen.

Direktur LS Vinus, Yusfitriadi, menjelaskan bahwa meskipun pembangunan fisik dan pola komunikasi pemerintah dinilai progresif, pemulihan ekonomi di tingkat akar rumput tetap menjadi tantangan besar bagi pasangan Rudy-Ade.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Rudy menegaskan bahwa data survei ini akan digunakan sebagai dasar penyusunan program kerja tahun 2026 agar lebih tepat sasaran. “Hasil kajian ini adalah referensi penting. Kami tidak boleh berpuas diri karena perjalanan masih panjang untuk benar-benar memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Pemkab Bogor Bentuk Tim Khusus Atasi Kemacetan di Kawasan Puncak