INDORAYATODAY.COM – Keluhan pusing kerap menjadi hambatan bagi sebagian umat Muslim saat menjalani ibadah puasa Ramadan. Kondisi ini umumnya muncul pada siang hingga sore hari akibat adaptasi fisiologis tubuh terhadap perubahan pola makan, asupan cairan, dan waktu istirahat.

Memahami pemicu pusing sangat penting agar ibadah tetap berjalan optimal. Berikut adalah beberapa penyebab utama pusing saat berpuasa:

Dehidrasi: Kurangnya asupan cairan selama belasan jam menurunkan volume darah dan sirkulasi oksigen ke otak.

Hipoglikemia: Penurunan kadar gula darah secara bertahap akibat simpanan energi yang menipis, terutama jika porsi sahur kurang memadai.

Hipotensi Ortostatik: Penurunan tekanan darah mendadak, sering terjadi saat seseorang berdiri tiba-tiba dari posisi duduk atau berbaring.

Gangguan Tidur: Perubahan siklus tidur selama Ramadan memengaruhi fungsi sistem saraf pusat. Pola Makan Buruk: Konsumsi gula berlebih saat berbuka memicu lonjakan energi sesaat yang diikuti penurunan drastis (sugar crash).

Tips Menjaga Kebugaran selama Ramadan
Agar ibadah puasa tetap nyaman dan khusyuk, masyarakat diimbau untuk menerapkan langkah preventif berikut:

Manajemen Cairan: Terapkan pola minum air putih secara bertahap (setidaknya 8 gelas) antara waktu berbuka hingga sahur.

Nutrisi Seimbang: Pastikan menu sahur mengandung karbohidrat kompleks, protein, serta serat dari sayur dan buah guna menjaga stabilitas gula darah.

Istirahat Berkualitas: Usahakan tidur minimal 6–7 jam sehari meski jadwal rutin berubah. Gerakan Perlahan: Hindari perubahan posisi tubuh yang terlalu mendadak untuk mencegah pusing seketika.

Meskipun pusing saat puasa tergolong umum, masyarakat diminta tetap waspada. Segera konsultasikan ke tenaga medis jika keluhan disertai mual hebat, penglihatan kabur, atau nyeri dada yang tidak kunjung membaik setelah beristirahat.

BACA JUGA:  Waktu Konsumsi Kopi yang Tepat Supaya Ramadan Tetap Nyaman