ROKAN HILIR, INDORAYA TODAY – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi mulai menempati gedung baru yang berlokasi di Kelurahan Cempedak Rahuk, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir.
Pemindahan warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau napi dilakukan secara bertahap sebagai solusi atas persoalan kelebihan kapasitas yang selama bertahun-tahun membayangi lapas tersebut.
Gedung baru yang dibangun pemerintah pusat itu kini resmi difungsikan dan menjadi tonggak baru peningkatan layanan pemasyarakatan di Rokan Hilir.
Kepala Lapas Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, mengatakan proses relokasi dilakukan secara terencana dengan mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan seluruh warga binaan.
“Pemindahan ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus mengatasi kondisi overkapasitas yang selama ini menjadi tantangan kami,” kata Agus Imam Taufik, Jumat (5/6/2026).
Proses pemindahan mendapat pengamanan ketat dari petugas lapas yang didukung personel TNI, Polri, dan Brimob bersenjata lengkap.
Sebanyak 990 warga binaan dijadwalkan dipindahkan menggunakan 13 armada yang terdiri dari delapan bus pariwisata, dua bus transpas berukuran besar, serta tiga bus transpas berukuran kecil.
Tahap pertama relokasi dilaksanakan pada Rabu (3/6/2026) dengan memindahkan 50 warga binaan.
Sehari kemudian, Kamis (4/6/2026), sebanyak 475 warga binaan kembali diberangkatkan menuju kompleks lapas baru.
Sebelum keberangkatan, seluruh warga binaan menjalani pemeriksaan dan pengawalan ketat sejak keluar dari kompleks lapas hingga naik ke armada transportasi.
Selama perjalanan menuju lokasi baru di kawasan Ujung Tanjung, iring-iringan kendaraan mendapat pengawalan dari personel Satuan Lalu Lintas Polres Rokan Hilir.
Agus menjelaskan, keberadaan fasilitas baru tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih layak, aman, dan mendukung program pembinaan bagi warga binaan.
“Dengan fasilitas yang lebih modern dan kapasitas yang memadai, kami optimistis proses pembinaan warga binaan dapat berjalan lebih efektif dan humanis,” ujar Agus.
Pemindahan yang berlangsung lancar itu menjadi awal transformasi Lapas Bagansiapiapi menuju sistem pemasyarakatan yang lebih modern, sekaligus mengakhiri persoalan kepadatan penghuni yang selama ini menjadi perhatian.

Tinggalkan Balasan