INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Permasalahan banjir dan kerusakan jalan lingkungan kembali menjadi keluhan utama warga Sawangan saat reses Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi Gerindra, Qori Hatmalina. Aspirasi tersebut disampaikan warga dalam kegiatan reses di RT 02 RW 05, Kelurahan Sawangan.
Qori mengatakan hampir setiap pertemuan dengan masyarakat di wilayah tersebut selalu diwarnai laporan terkait genangan air, jalan licin, dan kondisi drainase yang belum optimal. Ia menilai sistem saluran air yang belum terintegrasi menjadi salah satu penyebab utama banjir di kawasan permukiman.
“Masalah banjir erat kaitannya dengan drainase yang belum optimal, terutama di wilayah padat penduduk,” ujar Qori.
Menurut dia, aliran air yang tersendat menyebabkan genangan di jalan lingkungan sehingga membahayakan warga, terutama saat hujan deras. Kondisi tersebut juga berdampak pada mobilitas dan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Sebagai anggota Komisi C DPRD Depok, Qori memastikan akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang dikeluhkan warga.
Ia berkomitmen mengawal aspirasi masyarakat agar dapat masuk dalam program pembangunan pemerintah daerah melalui mekanisme perencanaan yang berlaku.
Dalam dialog reses, warga juga menyampaikan pengalaman langsung terkait kondisi infrastruktur. Halimah, warga RT 04 RW 06, mengeluhkan jalan lingkungan yang licin dan rawan menyebabkan kecelakaan.
“Jalannya sangat licin. Kalau mau lewat harus cari pegangan supaya tidak terpeleset,” kata Halimah.
Keluhan serupa disampaikan Iin, warga RT 01 RW 05, yang tinggal di dekat bantaran kali. Ia mengatakan banjir masih sering terjadi dan mengganggu aktivitas warga.
Qori mengingatkan bahwa penanganan banjir tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat. Ia mengimbau warga menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan dampak banjir,” ujarnya.
Qori berharap reses tidak hanya menjadi forum penyampaian keluhan, tetapi juga menghasilkan solusi konkret melalui perencanaan pembangunan yang tepat sasaran. DPRD, kata dia, akan terus mengawal aspirasi warga agar persoalan banjir dan infrastruktur lingkungan dapat ditangani secara bertahap.

Tinggalkan Balasan