DEPOK, INDORAYA TODAY – Hari kedua pelaksanaan reses DPRD Kota Depok dimanfaatkan Ketua Komisi B DPRD Depok, Hamzah, untuk menyerap aspirasi warga sekaligus mengulas berbagai program strategis Pemerintah Kota Depok, mulai dari penanganan kemacetan, pengelolaan sampah, hingga kebijakan Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG).

Kegiatan reses tersebut berlangsung di Cluster Azalea, RW 06, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Jumat (30/1/2026), dan dihadiri warga, pengurus lingkungan, serta tokoh masyarakat setempat.

Hamzah menjelaskan, seluruh aspirasi warga yang disampaikan telah melalui mekanisme formal mulai dari tingkat RT dan RW, dilengkapi proposal, hingga diketahui lurah dan LPM sebelum diserahkan langsung kepadanya sebagai wakil rakyat.

“Semua aspirasinya sudah diserap oleh RT dan RW, proposal sudah dibuat, ditandatangani, diketahui lurah dan LPM, dan sekarang sudah ada di tangan saya,” ujar Hamzah.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi perkembangan kawasan Cluster Azalea yang dinilainya mengalami perubahan signifikan. Menurut Hamzah, penataan lingkungan dan ruang terbuka di kawasan tersebut mencerminkan kemajuan pembangunan permukiman di Depok.

“Saya kagum dengan tamannya, kagum dengan desainnya. Menurut saya ini keren dan luar biasa. Warga Azalea sekarang sudah bisa merasakan perubahan yang begitu besar,” katanya.

Hamzah turut memaparkan komitmen Pemkot Depok dalam menuntaskan persoalan kemacetan yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat. Ia menyebut, pemerintah fokus pada sejumlah titik krusial seperti Jalan Raya Sawangan, Margonda, hingga kawasan Citayam.

Untuk mengurai kemacetan di Sawangan, Pemkot Depok telah membebaskan lahan Jalan Enggram dan memulai tahap pembangunan pada tahun ini, disusul pembebasan lanjutan di Jalan Muchtar dan Simpang Parung Bingung.

“Pada 2027 akan dilanjutkan pelebaran Jalan Raya Muchtar agar anggaran terserap maksimal dan dampaknya bisa dirasakan langsung oleh warga,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Ahmad Muzani: Disiplin dan Cinta Simbol Negara Jadi Fondasi Pemimpin Indonesia 2045

Sementara di Citayam, pemerintah menyiapkan pembangunan underpass dengan anggaran pembebasan lahan sekitar Rp80 miliar dan biaya konstruksi hampir Rp200 miliar, yang direncanakan mulai dibangun pada 2027.

Tak hanya itu, proyek flyover Margonda juga dipastikan mulai berjalan tahun ini dengan total anggaran Rp278 miliar dan bersifat multiyears hingga 2027.

“Insyaallah, macet di Margonda, Sawangan, dan Citayam bisa diselesaikan secara bertahap,” kata Hamzah optimistis.

Di sektor lingkungan, Hamzah menyampaikan bahwa persoalan sampah kini ditangani melalui kerja sama dengan pihak swasta untuk pengolahan menjadi RDF dan SRF, dengan kapasitas mencapai 1.000 ton per hari.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya besar menjadikan Depok lebih bersih sekaligus ramah lingkungan.

Hamzah juga menyoroti perhatian Pemkot Depok terhadap sektor pendidikan melalui program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) yang mulai diluncurkan pada tahun ajaran 2025.

Program tersebut hadir sebagai solusi atas keterbatasan daya tampung SMP negeri dan keterbatasan anggaran pembangunan sekolah baru.

“Kurang lebih ada 2.700 siswa yang kini tertampung di sekolah RSSG, baik SMP swasta maupun MTs swasta,” jelasnya.

Saat ini, sebanyak 49 sekolah swasta telah bekerja sama dengan Pemkot Depok, dan seluruh siswa dalam program RSSG dipastikan bersekolah gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Hamzah menegaskan, melalui reses ini dirinya ingin memastikan seluruh kebijakan pemerintah benar-benar sampai ke masyarakat dan menjawab kebutuhan riil warga Depok.

“Tujuan reses bukan hanya menyerap aspirasi, tapi memastikan warga memahami arah pembangunan dan merasakan manfaatnya,” pungkasnya.