INDORAYATODAY.COM – Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi DPP Gekrafs, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa Indonesia kini tengah berada dalam masa transisi struktur ekonomi. Menurutnya, arah ekonomi nasional mulai bergeser dari sektor ekstraktif menuju ekonomi berbasis kreativitas yang memiliki potensi pertumbuhan tanpa batas.

Hal tersebut disampaikan Dasco dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) 2026 yang digelar di Ballroom Nusantara Novotel Jakarta Pulomas, 6–7 Maret 2026. Acara ini turut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan Menpora Erick Thohir.

“Sekarang kita sudah berubah dari ekonomi ekstraktif ke ekonomi kreatif. Bukan berarti sektor ekstraktif tidak penting, tetap penting. Namun, ekonomi kreatif kini menjadi semakin krusial,” ujar Dasco dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, Dasco mengungkapkan adanya rencana pemerintah untuk menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif. Sebagai pimpinan legislatif, ia menyatakan kesiapan DPR untuk mendukung payung hukum tersebut guna memperkuat ekosistem kreatif nasional.

Meski demikian, Dasco memberikan catatan penting bahwa DPR akan tetap melakukan peninjauan mendalam terhadap substansi yang diatur dalam Perpres tersebut. Hal ini dilakukan untuk memastikan regulasi yang lahir benar-benar mampu memproteksi dan memajukan pelaku industri kreatif di tanah air.

Dasco optimistis bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat ekonomi kreatif dunia. Ia merujuk pada tren global di mana banyak figur terkaya dunia saat ini justru lahir dari inovasi di sektor kreatif, bukan lagi sekadar mengandalkan sumber daya alam.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Gekrafs Kawendra Lukistian memperkenalkan Asta Karya, delapan program strategis yang terinspirasi dari Asta Cita Presiden Prabowo. Program ini mencakup berbagai aspek fundamental, mulai dari percepatan pendanaan berbasis kekayaan intelektual (Creative Equity Funding Acceleration), perlindungan hak cipta digital, hingga diplomasi kuliner global.

BACA JUGA:  Zulhas: PAN-Gerindra Koalisi Sekutu Sejati, Siap Bareng Hingga 2045

Melalui sinergi antara regulasi pemerintah yang tengah digodok dan program strategis organisasi seperti Gekrafs, pemerintah berharap ekonomi kreatif dapat menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.