INDORAYATODAY.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengambil langkah strategis guna menanggapi eskalasi krisis energi global. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, resmi menetapkan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) setiap hari Jumat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bogor.

Kebijakan yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 000.8.3/578-ORG ini efektif berlaku mulai 1 April 2026. Langkah ini bertujuan utama untuk menekan konsumsi energi, termasuk penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM), sekaligus menjaga produktivitas di tengah tantangan ekonomi dunia akibat konflik di Timur Tengah.

“Kami ingin memastikan kinerja ASN tetap optimal, namun juga mampu berkontribusi dalam penghematan energi secara nyata,” ujar Rudy Susmanto di Cibinong, Rabu (1/4/2026).

Selain pemberlakuan WFH setiap Jumat untuk mengurangi mobilitas kendaraan dan penggunaan listrik kantor, Pemkab Bogor juga mengatur pola transportasi ASN pada hari kerja lainnya. Pada Senin, Selasa, dan Kamis, ASN dianjurkan menggunakan kendaraan dinas secara bersama (carpooling).

Sementara itu, pada hari Rabu, ASN dilarang menggunakan kendaraan pribadi maupun dinas. Pilihan transportasi dialihkan pada moda transportasi publik, sepeda, atau jalan kaki. Kebijakan efisiensi ini juga mencakup pengaturan suhu pendingin ruangan (AC) minimal 24 derajat Celsius, optimalisasi cahaya matahari, serta penghematan penggunaan air dan alat tulis kantor (ATK).

Bupati Rudy Susmanto menegaskan bahwa fleksibilitas kerja ini tidak akan mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Sektor-sektor esensial tetap beroperasi secara tatap muka atau Work From Office (WFO) 100 persen.

“Sektor pelayanan publik seperti kesehatan atau rumah sakit, transportasi, keamanan, dan penanggulangan bencana tetap bersiaga penuh. WFH bukan berarti menurunkan disiplin; ASN tetap wajib melakukan absensi melalui aplikasi SiCantik dan harus siap ke kantor jika ada tugas mendesak,” tegas Rudy.

BACA JUGA:  Jamin Kelancaran Mudik, Bupati Bogor Tinjau Perbaikan Jalan Parung-Kemang Dini Hari

Di sisi lain, Rudy Susmanto turut mengapresiasi langkah Presiden RI, Prabowo Subianto, yang berhasil menjaga stabilitas harga BBM dan ketersediaan pangan nasional. Ia menilai Indonesia memiliki ketahanan yang baik dibandingkan banyak negara lain yang mengalami lonjakan harga energi hingga 100 persen.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pasokan BBM di Indonesia tetap aman dan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional wilayah Kabupaten Bogor masih terkendali.

“Kunci ketahanan kita adalah persatuan. Mari kita bangun budaya hemat energi mulai dari hal sederhana di lingkungan ASN demi keberlanjutan lingkungan dan stabilitas ekonomi kita,” pungkas Rudy.