INDORAYATODAY.COM — Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah bagian timur dan barat. Langkah ini diambil sebagai upaya mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat tanpa harus menunggu pencabutan moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB) atau pemekaran wilayah oleh pemerintah pusat.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, pusat pertumbuhan ekonomi baru tersebut akan dipusatkan di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur untuk wilayah timur, serta di Kecamatan Cigudeg untuk wilayah barat.
“Nah, kami sekarang bicaranya bukan lah pemekaran (DOB) wilayah. Maka judul (rencana) kami adalah pusat pertumbuhan ekonomi baru wilayah barat dan wilayah timur. Kami berupaya mendekatkan pelayanan langsung kepada masyarakat,” kata Rudy usai rapat pembahasan di ruang serbaguna Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Cibinong, Senin (25/5/2026).
Menurut Rudy, Kabupaten Bogor harus tetap menyiapkan pelayanan publik yang maksimal meski moratorium pemekaran wilayah belum dicabut. Terlebih, Kabupaten Bogor saat ini masih menjadi daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, meski sebelumnya sudah pernah dimekarkan menjadi Kota Bogor dan Kota Depok.
“Kalau moratorium sudah dicabut, minimal kita pemerintah Kabupaten Bogor tidak berpikir melempar kewenangan kepada pusat maupun kepada pemerintah provinsi, tapi kami berupaya memberikan fasilitas yang terbaik untuk seluruh masyarakat kami,” ujar Rudy.
Untuk wilayah barat, pusat pertumbuhan baru direncanakan berdiri di atas lahan perkebunan kelapa sawit milik PTPN di Kecamatan Cigudeg. Saat ini, Pemkab Bogor tengah menyelesaikan tahapan administrasi terkait penguasaan lahan tersebut.
Selain pusat ekonomi, Pemkab Bogor juga mengintegrasikan sejumlah proyek infrastruktur di wilayah barat, seperti sport center Rancabungur, proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), hingga pembangunan ruas jalan di Malasari, Rumpin, dan Parung Panjang.
Sementara untuk wilayah timur di Sukamakmur, Rudy menyebutkan bahwa proses pembukaan lahan (land clearing) di Sukaresmi telah rampung. Pemkab Bogor kini berfokus menuntaskan pembangunan jalan dari Transyogi hingga Desa Sukaresmi yang anggarannya telah disetujui oleh DPRD Kabupaten Bogor.
Rudy menegaskan, seluruh program pembangunan ini disusun dengan melibatkan aspirasi masyarakat serta kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan pusat.
“Keberhasilan pembangunan bukan hanya dari sisi pembiayaan dan program, tapi dari sisi kebersamaan seluruh masyarakat membersamai program-program yang sudah disiapkan pemerintah,” tutur Rudy.

Tinggalkan Balasan