INDORAYATODAY.COM – Gangguan keamanan dan ketertiban lalu lintas kembali terjadi di ruas Jalan Tol Pelabuhan, Jakarta Utara, Sabtu (4/4/2026). Dua pengendara mobil dilaporkan terlibat aksi saling kejar dan cekcok di tengah badan jalan yang berujung pada penutupan akses tol arah Tanjung Priok bagi pengguna jalan lainnya.

Insiden yang terekam kamera pengguna jalan dan viral di media sosial tersebut memperlihatkan manuver berbahaya antara minibus Kijang Innova dan Nissan Grand Livina.

Mobil Innova tampak secara agresif mencoba menghentikan laju mobil Livina dengan cara memepet dan menabrakkan bodi kendaraan, hingga memaksa kedua kendaraan tersebut berhenti melintang di tengah jalur.

Setelah kedua kendaraan berhenti, pengendara Innova turun dan menghampiri pengendara Livina hingga terjadi perselisihan verbal yang cukup sengit.

Aksi ini memicu kemacetan sesaat dan membahayakan keselamatan pengguna jalan tol lainnya mengingat kecepatan tinggi yang digunakan sebelum konfrontasi terjadi.

Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Reiki Indra Brata Manggala, mengonfirmasi kejadian tersebut terjadi di ruas Tol Pelabuhan menuju Tanjung Priok. Namun, pihak kepolisian belum dapat memastikan pemicu utama perselisihan lantaran para pihak yang terlibat telah meninggalkan lokasi sebelum personel patroli tiba di tempat kejadian.

“Para pengendara sudah membubarkan diri sebelum petugas tiba di lokasi. Saat ini kami sedang melakukan pendalaman melalui rekaman CCTV jalan tol untuk mengidentifikasi nomor polisi kedua kendaraan tersebut,” ujar Reiki saat dikonfirmasi, Sabtu (4/4/2026).

Polda Metro Jaya menyayangkan aksi anarkis tersebut yang tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga mengancam nyawa publik. Penggunaan jalan tol sebagai arena perselisihan pribadi (road rage) merupakan pelanggaran serius yang dapat dijerat dengan pasal berlapis, termasuk tindakan membahayakan orang lain.

BACA JUGA:  Viral, Dua Remaja Tewas Tenggelam di Sungai hanya Demi Buat Konten Video

Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mengedepankan etika berkendara dan melaporkan setiap tindak provokasi di jalan raya kepada petugas, alih-alih melakukan tindakan main hakim sendiri. Rekaman CCTV dan bukti digital dari media sosial akan dijadikan dasar untuk menindaklanjuti pelaku guna memberikan efek jera terhadap perilaku arogan di jalan raya.