DEPOK, INDORAYA TODAY – Kumpulan Orang-Orang Depok (KOOD), sebuah organisasi budaya yang berdiri sejak tahun 2000, terus berupaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya asli Kota Depok, khususnya budaya Betawi. Upaya ini dinilai tidak mudah, terutama di tengah arus modernisasi dan banyaknya pendatang dari berbagai daerah.
Ketua Umum KOOD, Ahmad Dahlan atau yang akrab disapa Baba Dahlan, mengatakan bahwa pelestarian budaya menjadi tanggung jawab bersama sebagai bagian dari identitas daerah.
“Yang terpenting, KOOD bisa mengangkat dan melestarikan seni budaya, bahasa, tradisi, serta adat istiadat Kota Depok. Meski tidak selalu dipraktikkan sehari-hari, warisan budaya itu tetap harus dikenali dan dijaga,” ujarnya, Senin (12/5/2025).
Baba Dahlan menuturkan, Depok merupakan wilayah yang memiliki akar budaya Betawi yang kuat. Ia menjelaskan bahwa Betawi di Depok terbagi ke dalam dua dialek, yakni Betawi Tengah dan Betawi Pinggir, yang masing-masing memiliki ciri khas dalam bahasa dan logat.
“Betawi Tengah biasanya menggunakan akhiran ‘e’, seperti ‘mau kemane’, ‘iye’, ‘gapape’. Sementara Betawi Pinggir, atau yang sering disebut Betawi Ora, cenderung menggunakan akhiran ‘h’, seperti ‘kemanah’, ‘siapah’, ‘ngapah-ngapah’,” jelasnya.
Selain bahasa, KOOD juga menyoroti pentingnya menjaga tradisi menjelang Lebaran yang menjadi ciri khas masyarakat Betawi Depok. Beberapa di antaranya adalah ngubek empang, mencuci perabotan, membuat dodol, tradisi kebo andil, serta rantangan atau nyorok.
“Tradisi itu adalah bagian dari identitas warga asli Depok. Kalau anak-anak muda sekarang tidak dikenalkan, bisa-bisa hilang dalam satu atau dua generasi,” kata Dahlan.
Ia juga menekankan pentingnya regenerasi dalam pelestarian budaya. Menurutnya, meski tidak semua anak muda bisa menerapkan budaya secara sempurna, setidaknya mereka mengenal dan memahami nilai-nilainya.
“Kalau generasi penerus bisa mendekati nilai budaya yang diwariskan, itu sudah baik. Budaya itu kan bukan hafalan, tapi praktik hidup sehari-hari yang diceritakan dari generasi ke generasi,” pungkas Baba Dahlan. (M. Taufik)

Tinggalkan Balasan