INDORAYATODAY.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membidik pemerataan sektor pariwisata dengan berencana menetapkan 13 desa wisata baru melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Bogor pada tahun 2026.
Langkah ini diambil sebagai upaya strategis pemerintah daerah dalam memperluas destinasi wisata, memberdayakan ekonomi berbasis komunitas, serta melestarikan adat dan budaya lokal di tingkat perdesaan.
Ketua Desa Wisata Kabupaten Bogor Abas Helmy menjelaskan, ke-13 desa wisata tersebut sebelumnya baru mengantongi legitimasi berupa keputusan dari kepala desa masing-masing. Pada tahun ini, seluruhnya ditargetkan naik status lewat pengesahan resmi dari Bupati Bogor.
“Dari 13 desa wisata ini sebelumnya sudah ditetapkan oleh kepala desa masing-masing. Tahun ini semuanya direncanakan akan mendapatkan SK Bupati,” ujar Abas Helmy di Cisarua, Kabupaten Bogor, Jumat (29/5/2026).
Abas memaparkan, pada tahun 2025 lalu sudah ada 23 desa wisata di Kabupaten Bogor yang lebih dulu memperoleh SK penetapan dari Bupati. Beberapa di antaranya yang kini menjadi unggulan adalah Desa Wisata Batulayang di Kecamatan Cisarua, Desa Wisata Cimande di Kecamatan Caringin, Desa Wisata Gunung Malang di Kecamatan Tenjolaya, Desa Wisata Pasireurih di Kecamatan Tamansari, dan Desa Wisata Malasari di Kecamatan Nanggung.
Menurut Abas, status hukum melalui SK Bupati ini sangat krusial bagi pengelola di tingkat akar rumput. Pengesahan tersebut membuka pintu lebar bagi desa-desa terkait untuk mendapatkan alokasi bantuan dana maupun hibah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor.
“Mudah-mudahan dengan adanya SK Bupati ini, desa wisata yang masih berjuang bisa mendapatkan bantuan dan hibah untuk optimalisasi pengembangan potensinya,” katanya.
Meski demikian, Abas mengakui dari total 36 desa wisata yang terdaftar saat ini, belum semuanya berjalan optimal. Beberapa desa tercatat masih berada dalam tahap rintisan dan sebagian kecil lainnya belum aktif beroperasi.
Ia mencontohkan Desa Wisata Batulayang dan Desa Wisata Tugu Utara di Kecamatan Cisarua sebagai role model kesuksesan pemanfaatan potensi alam yang dikelola langsung oleh komunitas masyarakat setempat hingga menjadi destinasi unggulan.
Guna memastikan keberlanjutan program ini, Abas menekankan bahwa fokus utama Pemkab Bogor tidak hanya pada pembangunan fisik destinasi, melainkan juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
“Faktor terpenting adalah kesiapan masyarakat. Warga lokal harus memiliki kesadaran wisata (sadar wisata) yang tinggi agar ekosistem pariwisata desa bisa terus bertumbuh dan mandiri,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan