INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Panitia Lebaran Depok 2026 menempatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal sebagai prioritas dalam rangkaian kegiatan. Langkah ini dilakukan untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat identitas lokal.

Ketua Panitia Lebaran Depok 2026, Hamzah, mengatakan keterlibatan UMKM menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan acara yang digelar pada 5–9 Mei 2026.

Ia menjelaskan, bazar UMKM akan dihadirkan dalam sejumlah rangkaian kegiatan, terutama pada hari pembukaan yang diramaikan dengan tradisi ngubek empang dan ngaduk dodol.

“UMKM yang menjadi prioritas adalah pelaku usaha asli orang Depok. Itu yang kita dorong untuk tampil,” ujar Hamzah.

Menurut dia, kehadiran UMKM tidak hanya sebagai pelengkap acara, tetapi menjadi bagian dari upaya menggerakkan ekonomi lokal di tengah masyarakat.

Selain menampilkan produk kuliner dan kerajinan, bazar UMKM juga diharapkan menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha agar lebih dikenal luas.

Hamzah menilai, pelibatan UMKM dalam Lebaran Depok dapat memberikan dampak ekonomi langsung, terutama bagi pelaku usaha kecil yang membutuhkan akses pasar.

“Kita ingin kegiatan ini juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya UMKM lokal,” katanya.

Ia menambahkan, sinergi antara pelestarian budaya dan penguatan ekonomi lokal menjadi salah satu tujuan utama penyelenggaraan Lebaran Depok tahun ini.

Dengan menjadikan UMKM sebagai prioritas, Lebaran Depok 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga momentum penguatan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini menjadi ruang bagi UMKM lokal untuk berkembang sekaligus memperkenalkan produk khas Depok kepada publik. ***

BACA JUGA:  SPBU Depok Diawasi Ketat, Pemerintah Janji Tak Ada yang Bocor!