INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Pemerintah Kota Depok akan menggelar Lebaran Depok 2026 pada 5–9 Mei dengan rangkaian kegiatan budaya dan tradisi khas Betawi Depok. Puncak acara akan ditandai dengan pawai budaya yang melibatkan seluruh perangkat daerah dan masyarakat.
Ketua Pelaksana Lebaran Depok 2026, Hamzah, mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk terlibat aktif menyukseskan kegiatan tersebut, terutama dalam arak-arakan budaya pada 9 Mei.
Ia menjelaskan, rangkaian acara tahun ini tetap mempertahankan tradisi masyarakat Depok tempo dulu yang dikemas dalam berbagai kegiatan sejak hari pertama.
Pada 5 Mei, kegiatan pembuka akan diawali dengan tradisi ngubek empang dan ngaduk dodol yang digelar serentak di Kecamatan Tapos, Cipayung, dan Sawangan. Pembukaan utama direncanakan berlangsung di Tapos dan dihadiri Wali Kota Depok.
“Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi masyarakat Depok yang terus kita lestarikan,” ujar Hamzah usai rapat persiapan, Senin (13/4/2026).
Selain itu, pada malam hari akan digelar hiburan budaya seperti wayang golek di kawasan Alun-Alun Timur Grand Depok City (GDC).
Memasuki 6 Mei, masyarakat akan disuguhkan tradisi nyuci perabotan yang dipusatkan di Alun-Alun Timur GDC. Kegiatan ini juga diramaikan dengan pertunjukan gambang kromong, lenong, hingga lomba-lomba tradisional.
Pada 7 Mei, agenda dilanjutkan dengan tradisi motong kebo andil dan nyedengin baju, yang dipadukan dengan pertunjukan seni dan musik. Sementara pada 8 Mei, digelar pasar pengabisan yang menampilkan aneka kuliner dan permainan tradisional.
Hamzah menegaskan, Lebaran Depok tahun ini mengusung tema “Depok Rumah Kita” yang mencerminkan keberagaman budaya di Kota Depok.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda agar mengenal tradisi lokal yang mulai jarang diketahui.
“Anak-anak sekarang perlu tahu seperti apa tradisi orang Depok dulu, agar budaya ini tidak hilang,” katanya.
Ia juga berharap tradisi Lebaran Depok dapat didorong menjadi warisan budaya tak benda melalui dukungan pemerintah.
Puncak Lebaran Depok 2026 akan digelar pada 9 Mei melalui arak-arakan budaya yang melibatkan OPD dan komunitas dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.
Rangkaian acara ditutup dengan malam puncak yang menghadirkan hiburan musik, termasuk penampilan grup band nasional. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat Depok. ***

Tinggalkan Balasan