DEPOK, INDORAYA TODAY – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Pradi Supriatna menegaskan pentingnya gerakan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta dalam upaya meningkatkan kesejahteraan warga, khususnya dalam penanganan rumah tidak layak huni di Kota Depok.

Hal tersebut disampaikan Pradi usai menghadiri serah terima unit rumah program Bebenah Kampung Renovasi Rumah Merah Putih Kota Depok oleh Yayasan Buddha Tzu Chi yang digelar di Kantor Kecamatan Sukmajaya, Kamis (16/4/2026).

“Prinsip saya sebagai wakil rakyat, kami menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Program pemerintah untuk rumah tidak layak huni ini sangat baik, namun memang tidak bisa berjalan sendiri,” kata Pradi.

Menurutnya, keberhasilan program perbaikan hunian warga sangat bergantung pada partisipasi aktif berbagai pihak, termasuk dukungan dari para donatur dan komunitas sosial.

“Seperti yang kita lihat hari ini, keterlibatan masyarakat melalui Yayasan Buddha Tzu Chi sangat positif. Ini membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” ujarnya.

Pradi menilai, sinergi antara pemerintah dan masyarakat harus terus diperkuat agar program-program sosial dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat, terutama warga kurang mampu.

Sementara itu, Wali Kota Depok Supian Suri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam program renovasi rumah tersebut, termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi, Kementerian PKP, serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Atas nama Pemerintah Kota Depok dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Ini adalah bentuk nyata kolaborasi yang sangat membantu warga kami,” ujar Supian Suri.

Ia menjelaskan, program renovasi rumah tidak layak huni di Depok direncanakan menyasar sekitar 500 unit rumah. Hingga saat ini, sudah 78 rumah selesai direnovasi, terdiri dari 52 unit di Cimanggis dan 26 unit di Sukmajaya.

BACA JUGA:  Wakil Wali Kota: Car Free Day Depok Bukan Seremoni, tapi Komitmen Jaga Udara Bersih

Supian juga menegaskan bahwa kebutuhan rumah layak huni merupakan hal yang sangat penting bagi masyarakat. Namun, tidak semua warga memiliki kemampuan ekonomi untuk mewujudkannya secara mandiri.

“Pemerintah hadir untuk membantu, tetapi kami tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan dukungan dari berbagai pihak karena keterbatasan anggaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemkot Depok telah mengalokasikan bantuan untuk sekitar 1.700 rumah tidak layak huni, serta dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi. Namun, kebutuhan di lapangan masih cukup besar.

“Karena itu, kehadiran Yayasan Buddha Tzu Chi bersama relawan menjadi pelengkap penting dalam upaya menghadirkan rumah yang lebih layak, sehat, dan nyaman bagi warga Depok,” pungkasnya.