INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi fenomena El Nino yang diprediksi memicu kemarau panjang di Indonesia pada 2026. Salah satu upaya utama yang disiapkan yakni Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung sejak April hingga November 2026.

Kondisi tersebut berpotensi menurunkan curah hujan ke level sangat rendah dan meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.

“OMC ini berkembang setelah tahun 2023 dan hari ini sudah menjadi protokol penanganan memperpanjang curah hujan dan penyediaan air untuk membasahi daerah bawahnya,” ujar Hanif di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Selain modifikasi cuaca, pemerintah juga menyiapkan tindakan permanen melalui pengelolaan kanal di lahan gambut atau canal blocking.

Menurut Hanif, Indonesia memiliki jaringan kanal yang sangat panjang, sehingga sebagian area strategis akan ditutup menggunakan berbagai metode dan teknologi untuk menjaga cadangan air.

Hanif menjelaskan pemerintah juga memperkuat program Desa Mandiri Peduli Gambut sebagai strategi pencegahan di daerah.

Pemantauan muka air gambut akan terus dilakukan. Jika ketinggian air turun di bawah 80 sentimeter, pemerintah akan segera mengaktifkan BMKG dan BNPB untuk melaksanakan OMC.

“Ketika air gambut ini sudah di bawah 80 cm, maka kami akan mengaktivasi BMKG dan BNPB untuk segera melakukan OMC,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi El Nino tahun ini dapat membuat curah hujan berada pada titik terendah dalam 30 tahun terakhir.

“Sehingga ada tiga kondisi kunci yang harus menjadi perhatian. Pertama, kemarau panjang. Kedua, curah hujan paling rendah setelah 30 tahun, dan ketiga kekeringan lahan,” ujar Hanif.

Pemerintah mulai menyiapkan langkah antisipasi lebih dini menghadapi ancaman El Nino 2026. Dengan modifikasi cuaca, pengelolaan gambut, dan pemantauan intensif, risiko kekeringan dan karhutla diharapkan bisa ditekan. ***

BACA JUGA:  KLHK Bahas Pengelolaan Sampah Bogor, Menteri Hanif Apresiasi Komitmen Daerah