INDORAYATODAY.COM – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf memastikan pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua terus menunjukkan progres signifikan. Dari total 97 lokasi yang direncanakan di seluruh Indonesia, sebanyak 67 titik ditargetkan rampung sepenuhnya dan siap beroperasi pada Juli 2026 mendatang.

Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini menjelaskan bahwa meski beberapa lokasi lainnya masih dalam tahap penyelesaian akhir, infrastruktur tersebut dipastikan sudah dapat digunakan secara fungsional untuk mendukung proses pembelajaran tahap awal.

“Dari 90 lebih Sekolah Rakyat itu, 67 di antaranya insyaallah selesai tepat waktu. Sisanya mungkin belum semuanya, tetapi sudah bisa digunakan secara fungsional pada Juli nanti,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).

Program Sekolah Rakyat dirancang secara khusus untuk menampung hingga 1.000 siswa di setiap lokasi, mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Berbeda dengan sekolah reguler, mekanisme penerimaan siswa menggunakan pola “jemput bola” untuk menjangkau anak-anak dari keluarga prasejahtera, anak putus sekolah, maupun mereka yang berisiko tinggi tidak melanjutkan pendidikan.

“Kita jangkau anak-anak yang tidak sekolah, belum sekolah, atau yang berpotensi putus sekolah. Ini adalah upaya nyata pemerintah memberikan akses pendidikan yang setara,” tegas Mensos.

Setiap unit Sekolah Rakyat akan dilengkapi dengan fasilitas penunjang yang komprehensif, mulai dari ruang kelas, asrama, perpustakaan, laboratorium, hingga Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan sarana ekstrakurikuler. Langkah ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja sebagai tenaga terampil atau melanjutkan ke perguruan tinggi.

Gus Ipul juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para kepala daerah—baik gubernur, bupati, maupun wali kota—atas sinergi dalam penyediaan lahan dan percepatan izin pembangunan. Provinsi Jawa Timur tercatat menjadi wilayah dengan jumlah pembangunan terbanyak, yakni mencapai 18 unit sekolah.

BACA JUGA:  Mensesneg Subut Pemerintah Mampu Atasi Bencana Sumatera, Banyak Tawaran Bantuan Internasional

Melalui sinergi antara Kementerian Sosial dan pemerintah daerah, kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi permanen dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan yang berkualitas dan inklusif.