JAKARTA, INDORAYA TODAY – Sebanyak 372 anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi DKI Jakarta di Ruang Bahari, Kantor Wali Kota Jakarta Utara.
Wakil Kepala Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, Mohammad Rizki Adhari Jusal mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat peran Satlinmas sebagai garda terdepan dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat.
“Fungsi menjaga ketenteraman dan ketertiban harus diperkuat melalui berbagai peran, seperti pengamanan, kewaspadaan dini, dapur umum, hingga penyelamatan,” ujarnya, Selasa (12/5).
Dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu, peserta mendapatkan pembekalan pengamanan wilayah serta pelatihan kemampuan medical first responder dari relawan penyelam profesional Indonesia Divers Rescue Team (IDRT). Dua instruktur dari IDRT yang memberikan pelatihan adalah Hendrata Yudha dan Syatiri Ahmad Asa.
“Kegiatan ini sangat penting sebagai pembekalan keterampilan Satlinmas, karena mereka merupakan barisan terdepan Pemerintah DKI Jakarta yang langsung terlihat dan bersentuhan dengan masyarakat,” ujar Hendrata Yudha.
Materi yang diberikan meliputi teknik pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas, penanganan luka bakar, korban tersengat listrik, tersedak makanan, hingga penyelamatan korban tenggelam.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Fredy Setiawan menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, Bimtek ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan wilayah sekaligus meningkatkan kualitas perlindungan masyarakat di tingkat kelurahan.
“Satlinmas adalah mitra strategis pemerintah wilayah karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Maka keberadaan Satlinmas yang terlatih, disiplin, dan responsif harus terus diperkuat melalui pembinaan berkelanjutan dan koordinasi lintas sektor,” katanya.
Adapun Indonesia Divers Rescue Team merupakan lembaga relawan penyelam profesional yang kerap diperbantukan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dalam operasi SAR bawah air. Tim ini memiliki spesialisasi dalam penyelaman dalam, pertolongan pertama, serta pencarian dan evakuasi korban pada berbagai kecelakaan laut maupun udara, termasuk insiden Lion Air Flight 610 crash, Sriwijaya Air Flight 182 crash, dan AirAsia Flight 8501 crash.

Tinggalkan Balasan