INDORAYATODAY.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memastikan proyek pembangunan trase baru sebagai pengganti Jalan Saleh Danasasmita di Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, segera memasuki tahap pengerjaan fisik.
Langkah awal pengerjaan dijadwalkan dimulai pada Jumat (15/5/2026) dengan agenda penurunan alat berat dan pemuatan material di lokasi proyek.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyatakan bahwa sosialisasi kepada masyarakat sekitar telah dilakukan guna memastikan warga terinformasi mengenai aktivitas proyek tersebut. Jenal juga telah berkoordinasi dengan pihak pengembang dari Provinsi Jawa Barat terkait teknis pelaksanaan di lapangan.
“Pihak ketiga dari provinsi sudah kami hubungi, mereka mulai besok melakukan loading barang dan penurunan alat berat. Hal ini tentu harus tersosialisasikan dengan baik kepada warga,” ujar Jenal usai memberikan sosialisasi kepada masyarakat, Kamis (14/5/2026).
Salah satu poin penting dalam proyek ini adalah komitmen pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Atas arahan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat, proyek ini diinstruksikan untuk merekrut tenaga kerja lokal. Jenal menyebutkan, setidaknya dibutuhkan 15 hingga 20 orang tenaga kerja dari warga setempat.
“Para tenaga kerja yang direkrut akan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, mulai dari tenaga kasar, kenek, hingga tukang. Kami tugaskan pihak Kelurahan dan Kecamatan untuk mendata warga yang memang membutuhkan pekerjaan,” imbuhnya.
Proyek alih trase jalan ini memiliki durasi pengerjaan selama 163 hari kalender dan ditargetkan rampung serta dapat digunakan pada Oktober 2026 mendatang. Keberadaan jalan ini dinilai sangat krusial, mengingat jalurnya akan menjadi akses utama menuju salah satu venue Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat di wilayah Pamoyanan. Kota Bogor sendiri telah ditunjuk sebagai salah satu tuan rumah ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi tersebut.
Selain fokus pada pembangunan jalan, Pemkot Bogor juga menaruh perhatian serius pada infrastruktur pendukung di sekitar lokasi, khususnya kondisi underpass Batutulis. Jenal mengungkapkan adanya kekhawatiran terkait rembesan air pada tembok underpass yang dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Untuk mengantisipasi kendala di masa depan, Pemkot Bogor berencana mengundang secara resmi pihak PT KAI guna membahas perbaikan secara simultan. Langkah ini diambil agar masalah kerusakan tembok tidak menghambat kemanfaatan trase baru setelah selesai dibangun.
“Kami tidak ingin setelah trase selesai dibangun, timbul masalah baru. Kami akan undang PT KAI agar pembangunan trase berjalan beriringan dengan perbaikan tembok-tembok yang saat ini kondisinya cukup mengkhawatirkan,” pungkas Jenal.

Tinggalkan Balasan