INDORAYATODAY.COM — Pemkot Bogor berencana mengundang secara resmi pihak Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan dan PT KAI ke Balai Kota untuk membahas penanganan tebingan di area Underpass Stasiun Batutulis yang dinilai masih rawan dan membahayakan.
Kondisi tebingan di kawasan tersebut saat ini dilaporkan cukup mengkhawatirkan karena adanya rembesan air dan belum memiliki sistem drainase yang memadai.
Langkah pemanggilan ini sengaja diambil bersamaan dengan momentum pembangunan akses jalan baru Batutulis oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang jalurnya tetap melintasi area bawah tanah tersebut.
“Kita tidak mau setelah trase jalan selesai dibangun, muncul masalah baru yang tidak kunjung selesai. Makanya kami akan mengundang PT KAI untuk berkoordinasi,” ujar Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, saat meninjau langsung kondisi Jalan Saleh Danasasmita, Bogor Selatan.
Jenal menyarankan agar proyek penguatan struktur tebing dan perbaikan dinding penahan tersebut dikerjakan secara berbarengan dengan sisa proyek jalan baru. Langkah ini penting guna memastikan aspek keamanan dan kekuatan infrastruktur saat nantinya mulai padat dilalui oleh kendaraan masyarakat.
Ia menegaskan, penanganan teknis pada struktur utama di bawah underpass tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan pusat dan bukan menjadi tanggung jawab Pemkot Bogor.
Sejauh ini, Pemkot hanya memfasilitasi pembuatan jalur alternatif bagi sepeda motor pasca-insiden longsor yang sempat berulang kali melanda Jalan Saleh Danasasmita. Pemkot Bogor berharap pihak DJKA dan PT KAI dapat segera turun tangan memberikan kepastian penanganan di lapangan.

Tinggalkan Balasan